51动漫

51动漫 Official Website

BIOMARKER NEUTROPHIL-TO-LYMPHOCYTE RATIO SEBAGAI PREDIKTOR LUARAN BURUK PADA ISKEMIA TUNGKAI AKUT

Levosimendan: Harapan Baru dalam Penanganan Syok Kardiogenik
Sumber: Tribunnews

Iskemia tungkai akut (dalam bahasa inggris acute limb ischemia, disingkat sebagai ALI), merupakan kondisi gawat darurat yang terutama disebabkan oleh oklusi atau penyempitan pada pembuluh darah perifer. Etiologi kebanyakan akibat dari trombus yang berasal dari rupture plak pada pembuluh darah yang terpasang bypass graft atau stent pembuluh darah. Insiden terjadinya ALI adalah sebanyak 1 hingga 1,5 per 10.000 populasi per tahun. Walaupun dengan adanya terapi optimal, outcome buruk seperti kematian dalam 30 hari atau amputasi tercatat sebanyak 10 hingga 15 persen.

Penelitian tentang biomarker sebagai alat prognostik dalam penyakit kardiovaskuler dalam beberapa tahun terakhir sedang berkembang, dimana salah satunya yang sedang berkembang pesat yaitu rasio neutrophil-limfosit (atau dikenal sebagai Neutrophil-to-lymphocyte ratio, disingkat sebagai NLR), yang tergolong 颅肠辞蝉迟-别蹿蹿颈肠颈别苍迟颅 dan tingkat availabilitas tinggi di berbagai tingkat fasilitas kesehatan. Penggunaannya baik dalam jangka pendek maupun panjang sudah terbukti pada pasien dengan penyakit jantung koroner maupun pasien pasca menjalani endovascular aneurysm repair.

Hal ini yang mendorong research team yang dipimpin dr. Rendra Mahardika Putra Sp.JP Subsp. Vasc (K) FIHA, tertarik untuk melakukan meta-analisis pada NLR terhadap 1154 penderita ALI pada tahun 2014 hingga 2022 dari 5 penelitian observasional yang berbeda. Populasi penelitian ini kebanyakan berjenis kelamin laki-laki (sekitar 63%), dengan usia diantara 50 hingga 70 tahun, dengan mayoritas memiliki klasifikasi ALI Rutherford kelas II dan III, yang didiagnosa melalui pemeriksaan fisik yang komprehensif dan dupleks ultrasound, dan pemeriksaan NLR dilakukan 30 hari hingga 2 jam sebelum dilakukan intervensi.

Hasil analisa menunjukkan bahwa nilai NLR yang tinggi memiliki 7.5 kali risiko untuk terjadinya amputasi (didefinisikan sebagai Major Adverse Cardiovascular Events atau MACE) dalam 30 hari, dibandingkan nilai NLR yang rendah. Dalam rentang waktu yang lebih panjang, nilai NLR yang tinggi memiliki risiko MACE 3,4 kali lebih tinggi dalam waktu 2 tahun. Pada outcome analisa lainnya, didapatkan bahwa penderita ALI dengan NLR tinggi memiliki risiko kematian oleh kausa apapun (All cause mortality atau ACM) hingga 9 kali dan 1,5 kali dalam 30 hari dan 2 tahun.

Penelitian ini juga menunjukkan kemampuan diagnostik NLR untuk MALE menunjukkan hasil sensitivitas, spesifisitas dan area under the curve (AUC) secara berturutan setinggi 81,3%; 73,8%; dan 0,84 dalam waktu 30 hari dan 71,0%; 63,5%; dan 0.67 dalam waktu 2 tahun. Dalam analisa untuk memprediksi ACM dalam waktu 30 hari, NLR memiliki kemampuan diagnostik sensitivitas 81,5%, spesifitas 76,0%, dan AUC 0.83. Sedangkan untuk dalam waktu 2 tahun, NLR memiliki sensitivitas 58,8%, spesifisitas 59,3%, dan AUC 0,61.

Hasil dari systematic review ini sejalan dengan temuan sebelumnya yang dilakukan pada pasien dengan penyakit arteri perifer, yang diketahui sebagai bentuk kronis dari ALI. Penelitian yang diterbitkan oleh Journal of Surgical Researchdengan Elsevier sebagai publisher-nya pada tahun 2025 ini menunjukkan bahwa NLR memiliki kemampuan yang signifikan untuk memprediksi MALE dan ACM dalam kurun waktu 30 hari. Hal ini dikarenakan nilai NLR menunjukkan tingginya inflamasi, kondisi kekurangan oksigen (atau iskemia), dan pengeluaran zat radikal yang pada akhirnya menyebabkan kematian. 

Pada akhirnya, dapat disimpulkan bahwa NLR merupakan biomarker yang sederhana yang memiliki efisiensi tinggi terhadap waktu dan biaya dan kemampuan diagnostik yang mumpuni, terutama terhadap hasil luaran yang buruk dalam kurun waktu yang pendek.

Link :

Penulis: Rendra Mahardhika Putra, dr., Sp.J.P.

AKSES CEPAT