UNAIR NEWS – Nama Haruki Murakami tentu tidak asing lagi bagi para pecinta sastra dunia. Penulis asal Jepang ini terkenal melalui karyanya yang seringkali memosisikan tokoh utama dalam kesunyian. Lantas, gaya penulisannya yang khas menginspirasi penulis-penulis di Asia Tenggara, termasuk Malaysia.
Dalam kuliah tamu Haruki Murakami dari Perspektif Penulis Kreatif Malaysia, mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya () UNAIR diajak mengulas lebih lanjut terkait fenomena kepenulisan tersebut. Kuliah tamu tersebut diselenggarakan Program Studi Sastra Jepang pada Selasa (28/4/2026) di Ruang Herodotus A, Lantai 3, Gedung FIB, Kampus Dharmawangsa-B.
Dalam sambutannya, Kaprodi Bahasa dan Sastra Jepang Nunuk Endah Srimulyani PhD, menegaskan bahwa acara ini bertujuan untuk mengenal gaya penulisan Murakami dari sudut pandang penulis-penulis di Malaysia. Sehingga nantinya, kolaborasi antar universitas terkait studi kepenulisan ini dapat tercapai.
“Nah, sebenarnya acara ini bisa menjadi titik awal untuk penelitian lebih lanjut. Bisa saja, misalnya dari perspektif studi Asia,” ujarnya.
Menilik Sogai dan Relevansi Kesepian
Dr Normalis Amzah, selaku pembicara memaparkan bahwa elemen utama dalam tulisan gaya Murakami cenderung ke arah sogai ‘alienasi sosial’. Menurutnya, kesepian yang diangkat menjadi tema penulisan berbeda dengan konsep kesepian tradisional yang hilang begitu saja setelah bertemu orang lain. Istilah sogai lebih merujuk pada perasaan terasing meski telah berada di tempat yang ramai.
“Biasanya tokoh utama dalam gaya Murakami ini memiliki sifat introvert dan cenderung berperan sebagai pengamat (observer, red) ketimbang terlibat langsung dengan interaksi sesamanya,” ungkapnya.

Ia juga menghubungkan dengan Sastra Melayu, yang mana telah berubah sejak 20 tahun terakhir. Jika sebelumnya, Sastra Melayu dominan dengan isu agama dan masyarakat kolektif, kini karya sastra melayu bergeser ke arah individualisme. Hal tersebut lebih relevan dengan kehidupan era modern karena mengeksplorasi batin manusia.
Realisme Magis dan Absurdisme
Selain kesepian, elemen magis dan absurd seringkali ditemukan dalam karya-karya gaya Murakami. Hal-hal tidak logis seperti kucing yang dapat berbicara atau pintu yang membuka portal ke dunia lain, tergambarkan secara normal dalam narasi. Keajaiban dalam gaya penulisan Murakami seringkali merupakan manifestasi dari kehilangan atau trauma yang tidak bisa terungkap melalui kata-kata.
“Ini adalah karakteristik Murakami yang menjadi inspirasi penulis-penulis Malaysia, selain kesepian tokoh dalam karya akan membuat pembaca merasa berhubungan dengan fenomena-fenomena magis dan absurd itu,” ungkap akademisi asal Universiti Kebangsaan Malaysia tersebut.
Terdapat beberapa judul karya Sastra Melayu yang terinspirasi dari gaya penulisan magis Murakami salah satunya adalah Stereo Genmai karya Ridwan Saidi. Karya tersebut mengangkat elemen misteri dan tokoh yang terjebak dalam pikirannya sendiri. Menurutnya, karya ini cukup populer di Malaysia. Sebab pembaca menikmati bagaimana elemen misteri dan supranatural terkemas dalam cara sederhana menjadikannya perjalanan imajinatif antara realitas dan fiksi.
淢urakami tidak hanya memengaruhi penulis Malaysia. Sebenarnya, ini memengaruhi seluruh dunia. Mungkin saya pikir karena Murakami tidak melihat sesuatu dari luar melainkan dalam diri manusia itu sendiri, pungkasnya.
Penulis: Amelia Farah P.I
Editor: Yulia Rohmawati





