51动漫

51动漫 Official Website

Biometrik & IoT untuk Cegah Penyalahgunaan Fasilitas Prioritas

Ilustrasi Biometrik (Foto: Wikipedia)

Fasilitas prioritas攕eperti toilet, parkir, kursi, dan lift bagi lansia, penyandang disabilitas, serta ibu hamil攎asih kerap disalahgunakan oleh pengguna non-prioritas. Tim peneliti Departemen Ilmu Informasi dan Perpustakaan 51动漫 (UNAIR) memetakan solusi berbasis teknologi: menggabungkan keamanan biometrik (sidik jari, wajah, iris) dan Internet of Things (IoT) untuk verifikasi akses secara otomatis dan pemantauan real-time. Survei terhadap pengguna prioritas menunjukkan tingkat penerimaan yang tinggi terhadap pendekatan ini, di mana mayoritas responden sadar akan maraknya penyalahgunaan, mendukung penggunaan penanda digital (smartphone/smart tag), menilai perlu adanya sistem pengaman akses, dan setuju biometrik diterapkan pada fasilitas prioritas.

Preferensi teknologi biometrik menunjukkan: sidik jari menjadi pilihan paling nyaman (sekitar 67%), diikuti pengenalan wajah (卤31%) dan pemindaian iris (卤12%). Responden menilai sidik jari mudah dan reliabel, sementara wajah dinilai praktis karena non-kontak pada skenario tertentu. Di sisi lain, iris diakui akurat namun dianggap lebih rumit untuk penggunaan harian. Hasil ini memberi arah yang konkret bagi perancang sistem untuk memulai dengan opsi yang paling diterima pengguna agar adopsi berjalan mulus.

Survei turut mengidentifikasi area paling rawan disalahgunakan, yaitu: parkir prioritas menempati posisi teratas (卤40,5%), disusul toilet prioritas (卤28,6%), kursi prioritas (卤16,7%), dan lift prioritas (卤14,3%). Ketika diminta memutuskan fasilitas yang paling awal dipasangi kontrol akses biometrik, responden menempatkan toilet dan parkir prioritas di urutan teratas. Rekomendasi operasionalnya, yaitu mulai dengan dua lokasi ini, lalu meluas ke kursi dan lift prioritas setelah evaluasi dampak.

Temuan ini relevan bagi pengelola fasilitas publik dan pembuat kebijakan kota cerdas (smart city). Implementasi sebaiknya mengutamakan kemudahan penggunaan, privasi, dan keamanan data, misalnya: penyimpanan template biometrik yang terlindungi, kebijakan transparan soal persetujuan (consent), serta audit berkala. Tim juga merekomendasikan uji coba bertahap (pilot) pada kursi aksesibel di transportasi publik, jalur antrean prioritas di loket layanan, dan akses khusus di fasilitas rekreasi untuk mengukur efektivitas, pengalaman pengguna, dan biaya-manfaat sebelum penerapan skala luas.

Riset ini dilakukan oleh Faisal Fahmi, Zulfatun Sofiyani, Fitri Mutia, dan Hendro Margono dari Departemen Ilmu Informasi dan Perpustakaan, 51动漫. Temuan mereka menegaskan bahwa kombinasi biometrik dan IoT merupakan pendekatan visioner yang feasible untuk mencegah penyalahgunaan, sekaligus memperkuat inklusivitas dan aksesibilitas ruang publik bagi kelompok prioritas.

Penulis: Faisal Fahmi, S.Pd., M.Sc., Ph.D.

Informasi detail artikel dapat diakses melalui:

AKSES CEPAT