51动漫

51动漫 Official Website

Bisakah Sindrom Takotsubo Didiagnosis dengan Cepat di Unit Gawat Darurat?

Beberapa pasien dengan sindrom koroner akut mungkin mempunyai arteri koroner nonobstruktif. Meski demikian, banyak orang yang belum menyadari bahwa, pada definisi universal keempat infark miokard, sindrom Takotsubo (TTS) tidak lagi dikategorikan sebagai infark miokard non-obstruktif (MINOCA). Hal ini dapat menyebabkan keterlambatan diagnosis, penggunaan pemeriksaan yang tidak perlu, dan intervensi medis yang berbahaya.

Pada fase akut, dua evaluasi dapat digunakan dengan cepat untuk membedakan antara MINOCA dan TTS. Pertama, ekokardiografi dapat menentukan apakah kelainan gerak dinding regional yang abnormal sesuai dengan perfusi koroner. Jika demikian, pemeriksaan koroner dapat dilakukan dengan menggunakan pencitraan intravaskular (tomografi koherensi optik atau ultrasonografi intravaskular) untuk mendeteksi trombus, pecah atau erosi plak, atau diseksi arteri koroner spontan, dan tes provokasi bila dicurigai adanya spasme koroner atau mikrovaskuler.

Pada TTS gangguan gerakan otot jantung tidak sesuai dengan perfusi koroner, melainkan menunjukan gangguan gerakan klasik dibagian apikal menyerupai perangkap gurita jepang. Kedua, skor diagnostik takotsubo internasional (InterTAK) dapat digunakan. Skor ini merupakan sistem skor yang dapat digunakan dengan cepat di unit gawat darurat karena hanya memerlukan data klinis dan elektrokardiografi.

Sebaliknya, membedakan TTS dari miokarditis lebih sulit karena kedua penyakit ini tidak eksklusif berdiri sendiri dan memiliki karakteristik pemeriksaan yang sebanding. Miokarditis akut tidak menyingkirkan TTS; sebaliknya, ini mungkin merupakan gambaran histopatologis penting (miokarditis katekolamin) dari sindrom ini pada beberapa pasien. Selain itu, miokarditis yang disebabkan penyakit menular akut dapat menyebabkan TTS dengan cara yang mirip dengan sepsis dan stresor fisik lainnya.

TTS, miokarditis, dan MINOCA dapat dibedakan dengan resonansi magnetik jantung (CMR). CMR tidak dapat digunakan dengan mudah pada fase akut TTS , tetapi sangat berguna pada fase subakut. CMR dapat digunakan pada pasien TTS pada fase akut ketika gambaran ekokardiografi kurang optimal, terdapat gambaran TTS yang atipikal (pola gerak dinding ventrikel tengah, basal, dan dinding fokus), atau terdapat 渢anda bahaya miokarditis menular (tanda-tanda infeksi virus, peningkatan laju sedimentasi eritrosit dan/atau protein c-reaktif, dan efusi perikardial).

Pada fase subakut, CMR diperlukan dalam waktu 1 bulan sejak timbulnya TTS pada semua pasien tanpa peristiwa pemicu yang dapat diidentifikasi atau dalam keadaan pemulihan yang tidak lengkap (perubahan EKG yang persisten dan/atau gerakan dinding abnormal pada ekokardiografi). Pada CMR, iskemik polanya dapat ditunjukkan oleh peningkatan gadolinium fase akhir (LGE) subendokardial atau transmural dan miokarditis dapat ditunjukkan oleh LGE subepikardial, sedangkan TTS ditandai dengan tidak adanya LGE yang relevan, adanya cedera jaringan yang reversibel (edema), dan kelainan gerakan dinding tertentu ( balon apikal, mid-ventrikel, atau basal).

CMR memberikan informasi penting tentang MINOCA yang dapat memberikan diagnosis pasti pada 74% pasien MINOCA. Populasi pasien MI umumnya menunjukkan demografi usia yang lebih tua, yang mungkin tumpang tindih dengan populasi TTS. CMR telah terbukti memberikan nilai diagnostik yang signifikan, memainkan peran penting dalam diagnosis kondisi ini.

Membedakan diagnosis TTS dan ACS memerlukan penerapan angiografi koroner, yang dilakukan pada semua manifestasi STEMI dan NSTEMI risiko tinggi hingga risiko sangat tinggi. Ketika ada kecurigaan TTS disertai dengan obstruksi yang signifikan, sangat penting untuk melakukan analisis menyeluruh terhadap angiografi koroner dan ventrikulografi. Penting untuk diketahui bahwa adanya penyakit jantung koroner obstruktif stenosis tidak boleh dianggap sebagai kriteria eksklusi absolut untuk TTS. Namun, jika terdapat bukti penyakit arteri koroner, hal ini mungkin tidak cukup untuk menjelaskan kelainan gerakan dinding regional yang diamati.

TTS dan ACS dapat dibedakan dengan cepat dengan menggunakan skor diagnostik InterTAK yang tinggi dan hasil ekokardiografi yang menunjukkan pembengkakan apikal sistolik dan disfungsi miokard yang reversibel. Pembedaan diagnosa pasti TTS dan ACS khususnya STEMI dan NSTEMI memerlukan pemeriksaan angiografi koroner. Sangat penting untuk membedakan kedua kondisi ini, karena keduanya tidak hanya berasal dari patofisiologis, etiologi, dan histologis yang berbeda tetapi juga memerlukan pendekatan pengobatan yang berbeda, terutama pada individu yang mengalami hipotensi.

Penulis: dr. Mochamad Yusuf Alsagaff, Sp.JP(K), PhD

Informasi lebih detail mengenai artikel ini dapat dilihat pada tulisan kami di:

AKSES CEPAT