UNAIR NEWS – 51动漫 (UNAIR) melalui menyelenggarakan bootcamp pertama Airlangga Young Entrepreneur (AYE) pada Sabtu, (12/4 2025). Acara berlangsung di Auditorium Ternate, ASEEC Tower, Kampus Dharmawangsa-B UNAIR. Acara ini meghadirkan tiga narasumber yaitu Ferdy Herdy Hartanto, Ir Dwi Mayasari Thaja, dan Wira Syahputra.
Mengulas seputar tren bisnis, bootcamp AYE kali ini melibatkan 500 peserta perwakilan dari setiap tim yang lolos di tahap satu dengan berbagai bidang usaha. Mulai dari kuliner, fesyen, pertanian, jasa, minuman, kesehatan, hingga kriya.
Pelajari Tren untuk Bertahan
Pada sesi pertama, Ferdy Herdy Hartanto selaku konsultan pemasaran menekankan pemahaman mendalam terhadap tren pasar bagi pelaku bisnis. Menurutnya, bisnis tidak hanya berkutat pada pemahaman kompetitor semata.
“Perbanyaklah menjelajahi bisnis dan cari tahu tren pasar,” ungkap Ferdy dalam sesinya. Ia menambahkan bahwa banyak orang mampu menghasilkan ide dan mengeksekusinya. Namun seringkali menemui kegagalan dalam hal diferensiasi produk, serta analisis Segmenting, Targeting, dan Positioning (STP). Pernyataan ini menggarisbawahi krusialnya riset pasar dan perencanaan strategis yang matang dalam membangun bisnis yang berkelanjutan.
Keberlanjutan Bisnis
Ferdy menerangkan bahwa fondasi utama dalam membangun bisnis yang berkelanjutan (infinity) terletak pada diri pengusaha itu sendiri. Ia menekankan bahwa kunci keberlanjutan bisnis berakar dari internal diri individu yang menjalankan usaha.
Lebih lanjut, Ferdy juga menyoroti pentingnya analisis lingkungan, baik eksternal maupun internal, sebelum dan selama menjalankan bisnis. Untuk lingkungan eksternal, ia merekomendasikan analisis PESTLE (Politic, Economic, Social, Technology, Legal, Environment). 淎nalisis PESTLE membantu para pelaku bisnis dalam merancang strategi yang tepat, mengidentifikasi potensi risiko dan peluang, serta memahami perubahan yang terjadi di lingkungan sekitar bisnis, imbuh Ferdy.
Ferdy juga mengingatkan akan pentingnya pemahaman terhadap lingkungan internal bisnis yang mencakup kebijakan (policy) dan kompetensi (competencies) yang dimiliki perusahaan. Dengan memahami kedua aspek lingkungan ini secara komprehensif, diharapkan para pelaku bisnis dapat membangun usaha yang tidak hanya bertahan, namun juga terus berkembang secara berkelanjutan.
Selain itu terdapat empat poin keberlanjutan dari model ekosistem organisasi berperan penting dalam mendukung keberlanjutan bisnis. Poin pertama adalah eksploitasi, yang menggambarkan fase pematangan perusahaan dengan fokus pada pemanfaatan sumber daya secara optimal. Kedua, konservasi menekankan upaya perusahaan dalam mempertahankan atau mengoptimalkan posisi yang telah dicapai.
淒estruksi kreatif juga menjadi aspek penting untuk menilai kemampuan perusahaan dalam beradaptasi dengan berbagai tantangan dari luar. Terakhir, renewal atau pembaharuan perusahaan dilakukan melalui pemilihan ide-ide yang menjanjikan untuk dikembangkan lebih lanjut, ungkapnya.
Cara Efektif
Praktisi pemasaran tersebut, menyampaikan bahwa pemanfaatan strategi user generated content (UGC) atau konten buatan pengguna dapat menjadi cara efektif untuk mempopulerkan produk atau jasa. Menurutnya, strategi ini mampu meningkatkan citra merek secara organik dengan memberdayakan pelanggan sebagai duta merek yang membagikan pengalaman mereka melalui konten dengan tagar khusus.
“Konten dari pelanggan bersifat pribadi dan lebih mengena di hati pelanggan serta menumbuhkan rasa penasaran yang kuat terhadap merek,” tambahnya. Ia menambahkan bahwa keaslian dan pengalaman pribadi yang dibagikan oleh pelanggan memiliki daya tarik tersendiri dan mampu membangun kepercayaan di antara calon konsumen.
Pada akhirnya, Ferdy menambahkan bahwa terdapat delapan subsektor yang berpotensi tumbuh pada usaha di Indonesia. 滿ulai dari animasi, video dan foto, fesyen, aplikasi, kriya, kuliner, musik, dan permainan. Namun yang paling tumbuh pesat adalah kuliner Indonesia, ungkap Ferdy.
Penulis: Arifatun Nazilah
Editor: Yulia Rohmawati





