UNAIR NEWS – Binar terpancar dari wajah para calon jemaah haji 51动漫. Bagaimana tidak, sebanyak 26 sivitas akademika calon jemaah haji UNAIR dilepas keberangkatannya oleh Wakil Rektor II Dr. Muhammad Madyan, M.Fin.
Acara pelepasan yang dilaksanakan di Masjid Ulul Azmi Kampus C, Rabu (26/7), dihadiri oleh pimpinan UNAIR dan calon jemaah haji dari lingkungan kampus A, B, serta kampus C.
Wakil Rektor II dalam sambutannya berpesan agar para calon jemaah haji yang ia lepas agar terus istiqamah dalam menjalankan ibadah haji. Menurut Madyan, kelurusan niat tersebut diperlukan agar para calon jemaah haji senantiasa memperbanyak amalan-amalan ibadah.
淣iatkan yang lurus untuk benar-benar ibadah haji. Jangan setengah-setengah,” ungkap Madyan.
Madyan lantas menitipkan pesan doa agar para sivitas akademika UNAIR yang lain diberi kesempatan menginjakkan kaki di Tanah Suci untuk berhaji.
淪aya berpesan agar kami yang di sini turut didoakan agar bisa menyusul naik haji. Semoga jadi haji yang mabrur. Berangkat dalam keadaan selamat dan sehat walafiat, serta kembali ke Indonesia dalam keadaan sehat walafiat juga, imbuh Wakil Rektor II.
Salah satu dosen UNAIR yang berangkat ke Tanah Suci tahun ini adalah Dr. Rosmanida, M.Kes. Ia mengatakan bahwa dirinya telah mendaftarkan diri untuk pergi haji sejak tahun 2010. Bersama suaminya, ia akan diberangkatkan pada tanggal 19 Agustus nanti.
Kepada UNAIR NEWS Rosmanida bercerita, pergi haji menjadi salah satu nadzar yang harus ia lakoni usai lulus sekolah jenjang doktoral.
淎lhamdulillah senang bisa berangkat sekarang karena udah jadi cita-cita sejak dulu. Beban juga sudah hilang karena sekolah S-3 juga sudah kelar, imbuh dosen Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi UNAIR itu.
Ustaz Abdul Sahab yang didapuk menjadi pengisi tausiah berpesan agar para calon jemaah haji melatih ketaatan. Sebab ibadah haji memerlukan tingkat ketaatan yang tinggi dalam menjalankan setiap syarat sahnya ibadah.
淟atihan ketaatan. Ojok kepinteren (jangan sok pandai). Engko lek dikongkon lempar jumrah, ojok mbatin gawe opo seh iki nguncal watu?“. (Kalau nanti diminta melempar jumrah, jangan mengeluh 渦ntuk apa saya melempar batu?). Belajar taat, tutur Sahab dalam bahasa Jawa. (*)
Penulis : Defrina Sukma S
Editor : Binti Q. Masruroh





