UNAIR NEWS – Pemilihan Dekan Fakultas Hukum 51¶¯Âþ periode 2025“2030 terasa berbeda. Bertempat di Gedung Pringgodigdo Fakultas Hukum Kampus Dharmawangsa-B UNAIR, dari rangkaian penjaringan nama, hanya satu figur yang akhirnya maju yaitu Prof Dr M Hadi Subhan SH MH CN.
Melalui sambutannya, Dekan FH UNAIR, Prof Iman Prihandono SH MH LLM PhD, menggarisbawahi bahwa regenerasi adalah momentum memperkuat fondasi.
œRegenerasi bukan sekadar formalitas lima tahunan, tapi momentum membawa fakultas ke arah yang lebih baik. Pemimpin boleh berganti, namun standar mutu harus naik, ujarnya
Visi yang Optimis
Prof Hadi mengawali gagasan dengan kalimat yang mencuri perhatian: œMenjadi dekan adalah perjalanan, bukan pelarian. Dua dekade pengabdiannya di rektorat, dan pengakuan sebagai Dosen Hukum Favorit Nasional 2024, menjadi bekal reputasi akademik dan kepemimpinan.
Visinya terangkum dalam tiga pilar bersingkat TOP yakni: Target Oriented; Outstanding Autonomous; dan Prominent Law Faculty. œFakultas lahir bukan dari rahim yang biasa, tetapi dari rahim luar biasa. Kita harus menjaga warisan, sekaligus melompat lebih jauh, tegasnya
Tak berhenti di jargon, Hadi merinci program konkret. Ia mendorong kerja sama dengan law firm, Mahkamah Agung dan lembaga bergengsi lainnya dalam bentuk magang enam bulan setara 20 SKS, membawa mahasiswa keluar dari ruang kuliah, langsung menghadapi denyut persoalan hukum.
Ia juga mengajukan target berupa kapasitas S1 hingga 600 mahasiswa pada 2029, S3 mencapai 60 mahasiswa, serta membuka segmen pendidikan hukum baru cabang di Jakarta.
Akademisi sebagai Produsen Ilmu
Prof Hadi menekankan FH UNAIR sebagai produsen ilmu hukum, bukan sekadar konsumen. Target akselerasi 19 guru besar baru, perintisan dua jurnal rumpun kenotariatan, serta pembentukan PKM Centre untuk mengerek performa riset-riset berkualitas bukan hanya mengejar kuantitas.
Dengan begitu, ruang besar itu membawa FH UNAIR menjadi mercusuar hukum global yang bukan hanya berkiprah di dalam negeri, melainkan mewarnai peraturan hukum internasional.
Penulis: Sintya Alfafa
Editor: Khefti Al Mawalia





