UNAIRNEWS “ Lima calon dekan FEB UNAIR memaparkan gagasannya untuk periode 2025“2030 pada Senin (25/8/2025). Bertempat di Aula Fadjar Notonagoro FEB UNAIR, lima nama kandidat maju membawa visi besar masing-masing. Mereka adalah Prof Dr Sri Herianingrum SE MSi, Prof Dr Rudi Purwono SE MSi, Prof Dr Gancar Candra Premananto SE MSi, Prof Dr Nisful Laila SE MComm, dan Prof Dr Raditya Sukmana SE MA.
Dekan FEB UNAIR, Prof Dr Dian Agustia SE MSI Ak CMA CA, dalam sambutannya menekankan bahwa regenerasi kepemimpinan adalah bagian alami dari perjalanan institusi. œPerubahan adalah abadi, dan perubahan adalah energi untuk maju. Selama perubahan itu memberi kontribusi positif bagi FEB, maka kita semua harus mendukungnya, ujarnya.
Adu Gagasan Strategis
Lima calon dekan tampil dengan gagasan yang tak hanya menyasar keberlanjutan, tetapi juga lompatan baru untuk FEB UNAIR. Mulai dari peningkatan jejaring internasional, penguatan riset berdampak, hilirisasi inovasi, hingga pengembangan kurikulum yang adaptif terhadap kebutuhan industri digital.
Kontestasi gagasan itu sekaligus menjadi ruang publik akademik bagi seluruh civitas, menimbang sejauh mana calon dekan yang mampu menjawab tantangan globalisasi dan menempatkan FEB UNAIR sebagai fakultas terdepan di Indonesia.

Sinergi untuk Kemajuan
Prof Dian menegaskan bahwa perbedaan pandangan para calon hanyalah bentuk fungsional, bukan perpecahan. œKita tetap satu, karena pada akhirnya kita adalah dosen yang memikul beban yaitu Tri Dharma Perguruan Tinggi. Semua harus bersinergi demi FEB SATU, UNAIR HEBAT, tegasnya.
Dengan semangat itu, paparan gagasan bukan hanya ritual pemilihan, tetapi momentum strategis untuk menguji arah masa depan fakultas. Siapa pun yang terpilih, diharapkan mampu menjaga capaian sekaligus membawa FEB UNAIR ke kelas dunia.
Harapan Besar ke Depan
Ajang ini juga merefleksikan besarnya animo dan tanggung jawab sivitas akademika FEB untuk menghadirkan kepemimpinan yang visioner. Lima calon dekan ini bukan sekadar bertanding, melainkan bersama-sama menyiapkan FEB UNAIR agar kian relevan, inklusif, dan berdampak nyata pada masyarakat.
œJangan pernah bersedih dengan perubahan, karena perubahan adalah bagian dari perjalanan panjang menuju kejayaan FEB dan UNAIR. pungkasnya.
Penulis: Sintya Alfafa
Editor: Khefti Al Mawalia





