UNAIR NEWS Sebagai bentuk pelaksanaan dari salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi, mahasiswa penerima bantuan bidikmisi 51 melakukan sebuah kegiatan Camp Pengabdian 2018. Kegiatan sosial tersebut dilaksanakan di Dusun Suwaluh, Desa Talunrejo, Kecamatan Bluluk, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Sebuah dusun terpencil yang berjarak sekitar 70 KM dari pusat kota.
Kegiatan yang bertemakan Bersama Bidikmisi, Membangun Karakter Generasi Emas Bangsa Indonesia tersebut dilaksanakan selama satu minggu, terhitung dari tangal 14 hingga 21 Januari 2018. Seperti tahun-tahun sebelumnya, kegiatan yang dinaungi oleh Organisasi Bidikmisi 51 (AUBMO, red) itu berfokus pada aspek pendidikan, kesehatan, keagamaan, dan aspek sosial.
Ada sekitar 90 KK yang berada di dusun tersebut. Mereka sangat senang dan antusias serta menyambut dengan meriah kegiatan Camp Pengabdian ini, terang Hasbi One Ashiddiqi selaku ketua pelaksana acara.
Hasbi juga menambahkan, alasan memilih Dusun Suwaluh untuk kegiatan Camp Pengabdian dikarenakan daerah tersebut termasuk kawasan yang terpencil. Selian itu, akses untuk masuk daerah tersebut sangat susah karena jalan yang belum beraspal dan sempit. Perekonomiannya pun terpuruk karena mayoritas warganya hanya bergantung pada sektor pertanian.
Camp Pengabdian ini merupakan kegiatan rutin tahunan, tahun ini dilaksanakan di daerah yang berbeda dari 2 tahun sebelumnya yang dilaksanakan di Tuban. Kami memilih Dusun Suwaluh, Lamongan, terangnya.

Di Dusun Suwaluh sendiri, tambah Hasbi, terdapat 2 gedung yang digunakan untuk gendung SD, TK, dan PAUD. Sarana dan prasarananya pun masih sangat minim, hanya beberapa ruangan saja yang beralaskan keramik.
Minimnya sarana dan prasarana sekolah serta rendahnya kesadaran akan pendidikan baik formal maupun nonformal menyebabkan munculnya masalah baru. Banyak remaja setempat yang memilih untuk menikah dini daripada melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Selain masalah tersebut, masalah lain yang tidak kalah penting adalah masalah kesehatan. Baik kesehatan warga maupun kesehatan ternak masih sangat memprihatinkan. Alhamdulillah kita bisa menghadirkan pihak Puskesmas Bluluk beserta dokter untuk mengecek kesehatan warga setempat dan hewan ternak, terang mahasiswa S1 Sosiologi itu.
Pada akhir, Hasbi berpesan bahwa sebagai mahasiswa bidikmisi yang mendapat bantuan dari pemerintah, sudah selayaknya dan sebuah kewajiban untuk mengabdi kepada negara.
Pengabdian bukan sekadar berbicara tentang seberapa lama kita mengabdi karena pengabdian tidak akan pernah selesai, bukan sekadar berbicara tentang seberapa kita memberi ilmu karena ilmu itu tidak ada batasnya, namun pengabdian berbicara tentang sudahkah kita bermanfaat bagi orang lain, pungkasnya.
Penulis: M. Najib Rahman
Editor: Nuri Hermawan





