UNAIR NEWS – Mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan () 51动漫 (UNAIR) menggelar Career Fest x Seminar Nasional Kakema pada hari MInggu(14/9/2025) di Auditorium Candradimuka Lantai 9 Gedung Kuliah Bersama (GKB) Kampus Merr-C UNAIR. Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong mahasiswa FPK UNAIR dalam mengoptimalkan potensi besar sektor perikanan di Indonesia.
Manajemen Kualitas Air
Sesi penyampaian materi pertama oleh Prayogo SPi MP selaku dosen Akuakultur UNAIR. Dalam pemaparannya, ia menggambarkan teknik budidaya ikan melalui sistem akuaponik, yakni dengan mengintegrasikan budidaya ikan dan produksi tanaman atau sayuran. Sistem ini ia nilai efektif karena dapat berjalan melalui pemanfaatan lahan sempit dan penggunaan air secara optimal.
淏erbagai tanaman bisa tumbuh subur melalui sistem budidaya akuaponik, ujarnya.
Prayogo menekankan pentingnya menjaga kualitas air dalam proses budidaya. Hal ini bertujuan untuk mencegah munculnya patogen karena faktor lingkungan, patogen, dan inangnya. Menurutnya, menjaga kualitas air tidak hanya bermanfaat untuk kesehatan ikan, tetapi juga untuk mencegah pencemaran limbah perikanan ke lingkungan sekitar.
淒alam budidaya akuaponik, bakteri yang digunakan adalah bakteri nitrifikasi, bukan bakteri heterotrof. Jika menggunakan bakteri heterotrof, pertumbuhan tanaman justru menjadi lambat dan beresiko mati. tegasnya.

Materi kedua oleh Dr Rizkiy Amaliyah Barakwan S T selaku Dosen Teknik Lingkungan FST UNAIR, yang bertajuk Revolusi Biru dengan Teknologi untuk Kualitas Air Optimal. Dalam pemaparannya, Dr Rizkiy menekankan pentingnya kualitas air dalam memastikan pertumbuhan dan kesehatan organisme akuatik. Ia menekankan faktor yang mempengaruhi organisme perairan berasal dari limbah aktivitas manusia.
淪emakin banyak aktivitas manusia atau produk yang dihasilkan oleh manusia, maka limbah yang dihasilkan akan tinggi juga, tegasnya.
Lebih lanjut, Dr Rizkiy Amaliyah menjelaskan bahwa pencemaran limbah kerap terjadi akibat budidaya yang tidak memperhatikan dampak lingkungan. Ia menjabarkan solusi yang dapat diterapkan yakni dengan melakukan monitoring dan optimasi kualitas air, memanfaatkan teknologi dalam monitoring, dan memilih sistem yang tepat untuk budidaya.
淒alam pengolahan air, tidak hanya berfokus pada air yang tidak digunakan, tetapi juga pada air yang akan digunakan kembali untuk keperluan akuakultur, tuturnya.
Potensi Perekonomian Sektor Perikanan
Sebagai penutup, Muhammad Syarif Satriyo Samudra, pendiri PT. Rejeki Bintang Samudra, memaparkan materi berjudul 淏ioremediasi dan Beyond: Peran Multiguna. Rumput Laut Gracilaria Verrucosa dalam ekosistem yang ramah lingkungan.
Dalam pemaparannya, Satriyo menjelaskan potensi budidaya Gracilaria Verrucosa di tambak. Ia menambahkan, meski permintaan pasar terhadap komoditas ini terus meningkat, namun produksi di lapangan masih belum memenuhi target.
Satriyo mengajak para peserta untuk bersama-sama mencari solusi dari berbagai permasalahan yang ada di lapangan. 淧roblem dalam budidaya rumput laut hanya dua, yakni kadar air, dan kadar kotor. Sedangkan faktor lain saya anggap politik, tegasnya.
Menurutnya, rumput laut di Indonesia berpeluang besar dalam mendukung perekonomian nasional. Ia menekankan pentingnya konsistensi, kerja keras, dan terus mencoba. 淜esuksesan 5 tahun kedepan, tergantung apa yang kamu lakukan hari ini, tutup Satriyo.
Penulis: Muhammad Nabil Fawaid
Editor: Ragil Kukuh Imanto





