Leukemia mieloid kronis (CML) adalah neoplasma mieloproliferatif yang ditandai dengan adanya kromosom Philadelphia, translokasi timbal balik antara kromosom 9 dan 22, dan temuan positif BCR-ABL1.Translokasi ini menyebabkan fusi gen BCR-ABL1 yang mengekspresikan protein p210, sejenis tirosin-kinase yang bermutasi yang memicu proliferasi sel terus-menerus, ketidakstabilan genomik, dan kegagalan perbaikan DNA, yang pada akhirnya menyebabkan CML. Meskipun penelitian sebelumnya mengungkapkan bahwa penyakit glomerulus terkait CML jarang terjadi dibandingkan dengan kanker hematologi lainnya, beberapa faktor pra-ginjal, intra-ginjal, dan pasca-ginjal masih dapat menyebabkan timbulnya AKI, terutama pada pasien yang menerima terapi yang memengaruhi fungsi ginjal. Berbagai kemungkinan penyebab AKI anuria pada pasien CML memerlukan pendekatan yang kompleks dan teliti.
Laporan ini menggambarkan kasus langka cedera ginjal akut anuria yang terkait dengan dugaan nefropati urat pada seorang pria berusia 23 tahun dengan fase kronis CML. Pasien datang dengan anuria dan edema tungkai, dengan riwayat CML yang diobati dengan imatinib. Investigasi mengungkapkan kemungkinan kristal urat yang menyebabkan hidronefrosis bilateral dan hidroureter. Penanganan meliputi pembatasan cairan untuk mempertahankan status euvolemik, agen hipourisemik, alkalisasi urin, hemodialisis darurat untuk cedera ginjal akut, dan transfusi produk darah untuk mengatasi ketidakseimbangan hematologis. Penggunaan imatinib yang berkelanjutan dan pengobatan yang dibahas menghasilkan pemulihan fungsi ginjal yang ditunjukkan melalui normalisasi kadar urea, kreatinin, dan asam urat serum. Kasus ini menyoroti pentingnya penilaian dan penanganan yang cermat terhadap cedera ginjal akut anuria pada pasien CML untuk memastikan hasil yang positif.
Penulis
dr. Angela Kimberly Tjahjadi
Dr. Artaria Tjempakasari, dr., Sp.PD, K-GH, FINASIM
Informasi lebih lengkap dari tinjauan pustaka ini dapat dilihat pada tulisan kami di:
Anuric Acute Kidney Injury in Chronic Myeloid Leukemia : A Rare Complication Case
dr. Angela Kimberly Tjahjadi & Dr. Artaria Tjempakasari, dr., Sp.PD, K-GH, FINASIM





