51动漫

51动漫 Official Website

Cegah ISPA, Mahasiswa Sosialisasikan Pengolahan Sampah Organik

PENGOLAHAN sampah organik oleh kader Solong SERGAP pada Kamis(6/9). (Foto:Hodimatum)
PENGOLAHAN sampah organik oleh kader Solong SERGAP pada Kamis(6/9). (Foto:Hodimatum)

UNAIR NEWS Berbeda dengan tim PKL Pesucen yang sukses melaksanakan deklarasi stop pernikahan dini, dikesempatan yang lain, tim PKL Klatak menggelar program tak kalah menarik lainnya. Tim PKL Kalatak mengajak masyarakat untuk belajar mengolah sampah organik saat penutupan pada Kamis (6/9).

Masalah kesehatan yang menyumbang angka kunjungan tertinggi di Puskesmas Klatak adalah ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Atas). Pada 2018, data kunjungan ISPA dari bulan Januari hingga Juni mencapai 600 pasien.

Alfiyul, salah seorang bidan Desa Kelurahan Klatak, menuturkan bahwa menurut SOP (standar operasional prosedur) Puskesmas, batuk pilek dikategorikan sebagai ISPA. Penyebab ISPA adalah infeksi bakteri atau Virus.

Faktor pemicunya, antara lain, makanan yang mengandung bahan kimia 5P (pemanis, pengawet, pewarna, pengenyal, dan perasa), pengetahuan kurang, cuaca dingin, kepadatan hunian, udara kotor. Termasuk asap rokok, asap pembakaran sampah, dan asap pabrik.

Di kelurahan Klatak, mahasiswa melakukan identifikasi faktor yang mungkin dapat dieliminasi untuk mencegah peningkatan jumlah kasus ISPA. Mengingat, ISPA sangat mudah menular lewat udara.

滲ersin saja bisa langsung tertular. Namun, kebanyakan masyarakat menganggapnya remeh. Batuk pilek kan seperti penyakit biasa. Padahal, di beberapa wilayah Indonesia, ISPA menyumbang cukup besar angka kematian pada bayi dan balita, ujar Alfiyul.

漇etelah diidentifikasi, faktor yang dapat direkayasa adalah pengetahuan dan asap pembakaran sampah, imbuhnya.

Rizky Bagas Ardiansyah, ketua PKL Klatak menjelaskan bahwa di wilyah klatak, sering dilakukan pembakaran sampah di halaman rumah-rumah warga. Penyebabnya, di beberapa lingkungan, terutama Solong, belum terdapat pengolahan dan sarana pengangkutan sampah.

滽ami mengusung program Solong SERGAP (Setor Sampah Cegah ISPA) di mana sampah organik diolah oleh kader untuk menjadi pupuk organic. Sedangkan sampah anorganiknya di tabung di bank sampah. Hal itu bertujuan untuk mengurangi frekuensi pembakaran sampah di Solong, ujar Bagas.

Sebelumnya mahasiswa melakukan sosialisasi kepada ibu balita peserta posyandu mengenai bahaya ISPA kepada balita. Sebab, angka kematian akibat ISPA tertinggi terjadi pada bayi dan balita. Gejalanya mulai demam, sesak nafas, nafas cepat, hingga kejang.

Penanganan pertama dapat dengan memberikan parasetamol pada balita. Namun, ketika sudah kejang harus segera mendapat penanganan medis.

Solong Sergap itu melibatkan masyarakat, ibu PKK, remaja, ketua RT, dan RT setempat. Pengolahan sampah dilakukan dengan metode Takakura dengan menghadirkan pemateri dari salah satu tim PKM yang lolos di danai UNAIR Amira Dhisa Fakhira yang sempat sukses menerapkan metode tersebut pada PKK Desa Kemiren. Kegiatan itu berlokasi di lapangan lingkungan Solong, Kelurahan Klatak. (*)

Penulis: Siti Mufaidah

Editor: Feri Fenoria Rifa檌

AKSES CEPAT