UNAIR NEWS “ Upaya pencegahan stunting menjadi fokus utama program kerja mahasiswa Belajar Bersama Komunitas (BBK) 7 51¶¯Âþ (UNAIR) yang diterjunkan di Kelurahan Pekauman, Kabupaten Gresik. Melalui program bertajuk CERDIK (Cek Efisien Rutin, Deteksi Dini Kesehatan), mahasiswa hadir untuk memperkuat edukasi dan deteksi dini stunting pada balita sebagai bentuk dukungan terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-3, Good Health and Well-Being.
Program CERDIK dilaksanakan terintegrasi dengan kegiatan Posyandu Kelurahan Pekauman dengan sasaran utama ibu dan balita. Fokus utama kegiatan diarahkan pada peningkatan pemahaman orang tua terkait pentingnya pemantauan tumbuh kembang anak sejak dini guna mencegah risiko stunting.
Edukasi Stunting Berbasis Leaflet dan Standar WHO
Dalam pelaksanaannya pada hari rabu dan kamis (13/01/2026 – 14/01/2026), mahasiswa BBK 7 memberikan pemaparan materi dan wawasan kepada ibu balita menggunakan media leaflet edukatif. Leaflet tersebut memuat informasi mengenai deteksi dini stunting yang dapat dilakukan di rumah, panduan pemantauan pertumbuhan anak menggunakan grafik tinggi dan berat badan sesuai standar WHO dan Kementerian Kesehatan, serta langkah-langkah pencegahan stunting melalui pemenuhan gizi seimbang dan pemeriksaan rutin.
Pendekatan ini bertujuan agar ibu balita tidak hanya menerima layanan pemeriksaan, tetapi juga memahami kondisi tumbuh kembang anaknya secara mandiri. Dengan demikian, orang tua diharapkan mampu mengenali tanda awal gangguan pertumbuhan dan segera mengambil langkah preventif.
Deteksi Dini Melalui Layanan Posyandu
Selain edukasi, mahasiswa juga terlibat langsung dalam kegiatan pelayanan Posyandu, seperti penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan balita. Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dari proses deteksi dini stunting dengan memastikan status gizi anak terpantau secara berkala dan tercatat dengan baik.
Kegiatan ini sekaligus membantu kader Posyandu dalam meningkatkan efektivitas pelayanan kesehatan, terutama di tengah keterbatasan sumber daya dan tingginya jumlah sasaran layanan.
Kolaborasi untuk SDGs 3 dan SDGs 17
Program CERDIK tidak hanya berkontribusi terhadap pencapaian SDG 3 melalui upaya pencegahan stunting dan peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak, tetapi juga mencerminkan implementasi nyata SDG 17 (Partnership for the Goals). Kolaborasi terjalin antara mahasiswa sebagai unsur akademisi, kader Posyandu sebagai perwakilan masyarakat, serta pemerintah kelurahan sebagai pemangku kebijakan di tingkat lokal.
Sinergi ini memungkinkan terjadinya alih pengetahuan dan penguatan kapasitas kader Posyandu, sehingga edukasi stunting dan pemantauan tumbuh kembang anak dapat terus berlanjut meskipun masa pengabdian mahasiswa telah berakhir.
Dampak dan Keberlanjutan Program
Melalui program CERDIK, ibu balita memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya deteksi dini stunting dan pemantauan pertumbuhan anak secara rutin. Pemberian leaflet dan chart pertumbuhan diharapkan menjadi sarana edukasi berkelanjutan yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dan kader Posyandu dalam jangka panjang.
Dengan meningkatnya literasi kesehatan masyarakat, khususnya terkait stunting, program ini diharapkan mampu mendukung terciptanya tumbuh kembang anak yang optimal serta berkontribusi pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat di Kelurahan Pekauman secara berkelanjutan.
Penulis: Zahia Salsabila Khairunnisa Azizah
Editor: Trieandhara Fatikasari





