UNAIR NEWS “ Kegiatan pengajaran Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan salah satu upaya strategis dalam menanamkan nilai-nilai dasar pembelajaran sejak dini melalui pendekatan yang menyenangkan dan sesuai dengan tahap perkembangan anak. Kegiatan ini dilaksanakan dengan melibatkan mahasiswa BBK 7 Dukuh Sutorejo III sebagai fasilitator dan pendamping pembelajaran anak. Kegiatan pengajaran PAUD ini dilaksanakan selama tiga minggu, yaitu mulai Minggu ke-1 hingga Minggu ke-3, dengan pelaksanaan kegiatan yang dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang secara sistematis dan interaktif dalam bentuk pelatihan, workshop, praktik, dan demonstrasi agar anak-anak dapat belajar secara langsung melalui pengalaman konkret. Pendekatan pembelajaran berbasis aktivitas ini diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang kondusif, menyenangkan, serta mendorong partisipasi aktif anak dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan.
Kegiatan diawali dengan aktivitas menggambar batik di atas kertas sebagai sarana untuk menumbuhkan kreativitas, imajinasi, dan kemampuan berekspresi anak. Melalui pengenalan motif batik sederhana, anak-anak diajak mengenal salah satu warisan budaya Indonesia sejak usia dini sekaligus mengekspresikan ide dan perasaan mereka melalui perpaduan warna dan bentuk. Aktivitas ini juga berperan dalam melatih koordinasi mata dan tangan, ketelitian, serta meningkatkan rasa percaya diri anak ketika mereka diberikan kesempatan untuk menampilkan dan menjelaskan hasil karyanya. Dengan pendampingan mahasiswa BBK 7 Dukuh Sutorejo III, anak-anak dapat mengikuti kegiatan dengan antusias dan penuh semangat.
Selanjutnya, mahasiswa BBK 7 Dukuh Sutorejo III memberikan sosialisasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan melalui pengenalan pemilahan sampah organik dan anorganik. Materi disampaikan menggunakan bahasa yang sederhana, media visual, serta contoh nyata yang dekat dengan kehidupan sehari-hari anak sehingga mudah dipahami. Untuk memperkuat pemahaman tersebut, kegiatan dilanjutkan dengan prakarya dari sampah yang masih dapat dimanfaatkan kembali (reusable), seperti botol plastik dan kertas bekas, yang diolah menjadi barang sederhana namun bermanfaat. Melalui kegiatan ini, anak-anak tidak hanya belajar tentang konsep pengelolaan sampah dan penggunaan kembali, tetapi juga dilatih untuk berpikir kreatif, bertanggung jawab, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan sejak dini.
Selain edukasi lingkungan, kegiatan pengajaran PAUD ini juga mencakup edukasi kesehatan dan pengembangan keterampilan motorik anak. Anak-anak diperkenalkan pada cara mencuci tangan yang benar melalui demonstrasi langsung dan praktik bersama sebagai upaya menanamkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan kemudian ditutup dengan permainan playdough yang bertujuan untuk melatih keterampilan motorik halus, kekuatan jari, serta koordinasi tangan anak. Secara keseluruhan, kegiatan ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 4 tentang Quality Education, yang menekankan pentingnya pendidikan yang inklusif, adil, dan berkualitas melalui pembelajaran yang holistik, kreatif, dan aplikatif bagi anak usia dini.
Penulis : TIm BBK Unair 7 Dukuh Surotejo 3





