UNAIR NEWS – Mahasiswa 51动漫 (UNAIR) senantiasa menunjukkan komitmennya dalam pelaksanaan KKN-BBK 7 (Belajar Bersama Komunitas). Bertempat di Desa Trawas, Kabupaten Mojokerto, kelompok KKN-BBK 7 menyelenggarakan workshop pembuatan ecoprint pada media totebag yang bertajuk Cetak Totebag Kreatif Ramah Lingkungan (CETAK). Program ini dirancang sebagai upaya menumbuhkan kesadaran dan kepedulian terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan kreatif.
Pelaksanaan program kerja CETAK yang digagas oleh kelompok KKN-BBK 7 berhasil terselenggara di SDN 1 Trawas bersama siswa kelas 2 SD pada Rabu (14/1/2026). Dalam kegiatan ini, mahasiswa UNAIR mendampingi para siswa melalui pelatihan interaktif pembuatan ecoprint. Dengan menggunakan teknik pewarnaan alami dari berbagai jenis tumbuh-tumbuhan, siswa diajak untuk mengekspresikan kreativitas mereka dengan mencetak motif alami pada media totebag secara langsung.

Mahasiswa KKN-BBK 7 UNAIR berfoto bersama perwakilan siswa SDN 1 Trawas dengan menampilkan hasil karya ecoprint pada media totebag (Foto: Tim Dokumentasi)
Antusiasme Siswa dan Apresiasi Pihak Sekolah
Kegiatan ini disambut dengan hangat oleh pihak sekolah, mulai dari para guru hingga siswa yang mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan penuh antusiasme. Penanggung jawab program, Ariella Josephine Adventngela, menyampaikan bahwa keterlibatan aktif dari siswa menjadi salah satu indikator keberhasilan dari kegiatan ini. 淧ara siswa kelas 2 SD menyambut kami dengan sangat hangat dan antusiasme mereka terlihat selama tahapan kegiatan. Mulai dari penjelasan mengenai ecoprint hingga pembuatannya, para siswa terlihat bersemangat sepanjang jalan program, ujarnya.
Kepala SDN 1 Trawas, Sri Wahyuni, turut memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan program yang dirancang oleh kelompok KKN-BBK 7. 淒engan adanya program ini, siswa diajak untuk berpikir kreatif dan menuangkannya dalam kegiatan yang positif. Selain itu, melalui workshop ecoprint, anak-anak dapat menghargai lingkungan sekaligus mendapatkan gambaran ide bisnis yang baik sejak dini. Proses pembuatan yang sederhana dengan bahan-bahan yang mudah ditemukan dan terjangkau juga menjadikan program ini memiliki dampak yang berkelanjutan, ungkap Sri Wahyuni.
Komitmen dalam Realisasi SDGs
Pelaksanaan program CETAK turut berkontribusi dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals). Program ini menitikberatkan pada SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi serta SDG 9 mengenai Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. Melalui program ini, kelompok KKN-BBK 7 menyoroti potensi nilai ekonomi dari hasil totebag ecoprint yang dihasilkan oleh siswa SDN 1 Trawas sebagai wujud pengembangan kreativitas dan inovasi sejak usia dini.
Penulis: BBK 7 Trawas Mojo





