51动漫

51动漫 Official Website

Corporate Governance Does Corporate Governance Induce Green Innovation? An Emerging Market Evidence

Foto oleh U.S. News: Money

Introduction

Inovasi bisnis yang dihasilkan dari adaptasi model keberlanjutan telah membawa perubahan pada proses manufaktur dengan mempertimbangkan dampak operasi terhadap risiko lingkungan seperti inovasi hijau. Melalui peraturan ini, perusahaan secara tidak langsung dituntut untuk berinovasi dalam bisnis dengan mencari atau memodifikasi siklus proses atau produk yang ramah lingkungan, seperti GI. Motivasi GI dalam industri dilakukan jika perusahaan menggunakan strategi inovasi ramah lingkungan dalam rantai nilai produksinya. Teori stakeholder dan agency mengasumsikan bahwa hubungan kontraktual antara manajemen tidak hanya terjadi pada pemegang saham tetapi juga dengan pemangku kepentingan lainnya. Manajemen harus memenuhi klaim pemangku kepentingan termasuk pengembalian investasi pemegang saham, kesejahteraan karyawan, kualitas produk / layanan, kebutuhan pemasok dengan harga yang kompetitif, kualitas lingkungan melalui meminimalkan tingkat polusi dan klaim lainnya. Mekanisme CG dipandang sebagai kontrol untuk memastikan manajemen perusahaan bertindak demi kepentingan pemangku kepentingan dan memastikan bahwa perusahaan berjalan sesuai dengan norma dan peraturan untuk mencapai efisiensi.

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji apakah CG sebagai bagian dari sistem kontrol atas kebijakan manajemen berperan dalam mendorong penerapan GI. Untuk mencapai tujuan tersebut, kami membangun pertanyaan kritis adalah: Apakah mekanisme CG yaitu ukuran dewan, komisaris independen dan kepemilikan konsentrasi, mempengaruhi GI pada perusahaan non-keuangan yang terdaftar di pasar modal Indonesia yang memiliki karakteristik pasar berkembang?. Penerapan GI sebagai fungsi keberlanjutan perusahaan memiliki konsekuensi ekonomi dan juga dipandang mampu meminimalisir dampak lingkungan dan berkontribusi secara sosial. Jadi, pentingnya penelitian ini adalah untuk mengatasi masalah yang relevan terkait dengan hubungan antara CG dan GI. Sejauh pengetahuan kami, ini adalah studi empiris pertama yang menyelidiki hubungan antara CG dan GI menggunakan analisis konten dalam konteks pasar negara berkembang. Temuan ini berkontribusi pada kemajuan literatur CG dan GI dengan menunjukkan bagaimana CG mempengaruhi GI.

Methods and Discussion

Studi ini melihat 128 perusahaan non-keuangan, nonbangunan, dan non-utilitas yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia antara tahun 2016 dan 2020. Sampel dipilih berdasarkan asumsi bahwa semua informasi yang diperlukan dapat diakses. Data yang dihasilkan dari panel seimbang adalah 640 pengamatan tahun perusahaan berdasarkan sampel 128 perusahaan yang dievaluasi. Data dikumpulkan dari sejumlah sumber referensi yang berbeda. Pertama, data yang terkait dengan variabel kontrol diperoleh melalui database Osiris. Kedua, data yang membentuk variabel CG yaitu ukuran dewan, komisaris independen dan kepemilikan konsentrasi, diperoleh melalui laporan tahunan. Dan ketiga, data indikator GI dikumpulkan melalui analisis konten, yang melibatkan penelusuran dokumen laporan tahunan, laporan keberlanjutan, dan laporan tanggung jawab sosial perusahaan

Di negara-negara berkembang seperti Indonesia, tantangan industrialisasi terkait dengan pencapaian skala ekonomi dan kelestarian lingkungan melalui inovasi yang berorientasi pada lingkungan. Penelitian saat ini memiliki banyak bukti tentang bagaimana mekanisme CG mempengaruhi inovasi, tetapi hasilnya beragam. Namun, beberapa penelitian, terutama di negara-negara pasar berkembang, terus melihat hubungan antara CG dan GI. Kami menyelidiki tiga konstruksi CG menggunakan sampel 128 perusahaan non-keuangan, konstruksi, dan non-utilitas yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Mereka adalah Bo. Sz, Comm.Indep, dan Con.Own

Temuan kami memberikan beberapa implikasi baik secara empiris maupun praktis. Secara empiris, hasil penelitian ini memperkaya literatur CG yang terkait dengan GI. Penelitian di bidang ini belum banyak dipelajari dan dianalisis di negara-negara emerging market seperti Indonesia. Penelitian sebelumnya juga menemukan hasil yang tidak konsisten antara CG dan inovasi. Selanjutnya, secara praktis, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi kebijakan, termasuk mengoptimalkan mekanisme CG sebagai alat kontrol untuk mencapai keberlanjutan organisasi melalui GI sesuai dengan harapan pemangku kepentingan. Ini dapat dicapai dengan mengoptimalkan ukuran dewan direksi. Rendahnya nilai koefisien ukuran papan menyiratkan bahwa optimalisasi ukuran papan diperlukan untuk mendorong GI. Perusahaan dapat memperoleh kompetensi, pengalaman, dan keterampilan direksi untuk meningkatkan kinerja inovasi. Selain itu, diperlukan memaksimalkan peran komisaris independen dalam mengawasi kegiatan inovasi yang berkelanjutan. Terakhir, kontrol pemegang saham besar juga diperlukan untuk mendorong penerapan GI karena dapat mempengaruhi manajemen untuk membuat keputusan yang inovatif

Penulis: Prof. Dian Agustia, S.E., M.Si., Ak., CMA., CA

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:

Asni, N. and Agustia, D. (2022), “Does corporate governance induce green innovation? An emerging market evidence”, Corporate Governance, Vol. ahead-of-print No. ahead-of-print.

AKSES CEPAT