51动漫

51动漫 Official Website

Cost-Effectiveness Analysis Fluoride dan Bahan GIC sebagai Tindakan Pencegahan Karies Gigi

Foto by Hello Sehat

Masalah kesehatan gigi dan mulut merupakan salah satu masalah kesehatan yang dialami oleh banyak orang di dunia. Menurut data dari The Global Burden of Disease Study tahun 2017, masalah kesehatan gigi dan mulut dialami oleh sekitar 3.500.000.000 penduduk di dunia, dan prevalensi terbesar ada pada anak usia 0 hingga 14 tahun. Meskipun tidak mengancam jiwa, penyakit gigi dan mulut telah menduduki peringkat keempat penyakit yang paling mahal untuk diobati di sebagian besar negara industri. Sebanyak 5 hingga 10% dari pengeluaran kesehatan masyarakat digunakan untuk perawatan kesehatan mulut. Cara yang paling penting untuk mengurangi kerugian ini adalah memperhatikan tindakan pencegahan dan promosi kesehatan. Untuk menanggulangi hal tersebut, program promotif dan pencegahan kesehatan gigi dan mulut untuk anak-anak berbasis sekolah telah dilaksanakan oleh 72,4% negara di dunia, termasuk Indonesia.

Program Kementrian Kesehatan yang berfokus pada kesehatan gigi anak usia Sekolah diantaranya adalah Usaha Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS) yang dicanangkan di Puskesmas seluruh Indonesia. Program UKGS ini telah dijalankan sejak tahun 1951 dengan berbagai pembaharuan. Namun, laporan adanya efektivitas klinis maupun biaya dari program UKGS ini belum diketahui. Meskipun pelaksanaannya telah banyak dilakukan, namun efektifitas klinis maupun biayanya belum dievaluasi.

Untuk menginvestigasi evaluasi klinis maupun biaya dari program promotif dan preventif kesehatan gigi anak usia Sekolah Dasar dan mengidentifikasi program apa yang dapat dikatakan paling efektif dari segi biaya maupun efek klinis, dilakukan studi systematic review. Pertanyaan penelitian yang diajukan adalah  “Program promosi dan preventif apa yang paling cost-effective untuk menurunkan angka karies gigi pada anak usia Sekolah Dasar?.

Berdasarkan pencarian pada lima database, diperoleh 6 artikel yang sesuai dengan kriteria pencarian artikel dan disertakan dalam systematic review ini. Hasil dari pencarian diketahui bahwa program yang cost-effective menekan angka karies gigi pada anak usia Sekolah Dasar berdasarkan cost-effectiveness ratio adalah program milk fluoridation, fluoride mouth rinsing, dan program komprehensif dengan glass ionomer cement. Fluoride mengurangi kejadian karies gigi dan memperlambat atau membalikkan perkembangan lesi yang ada. Selain efek yang baik untuk kesehatan gigi, penggunaan fluoride pada program fluoride mouth rinsing serta milk fluoridation juga dinilai tidak membutuhkan biaya besar, yang salah satunya berasal dari biaya operator atau dokter dan perawat gigi. Dengan efek kesehatan yang besar dan biaya yang kecil, program fluoride mouth rinsing dan milk fluoridation termasuk dalam program yang cost-effective. Begitupula dengan program promotif dan preventif kesehatan gigi komprehensif dengan bahan GIC, yang teknik pengaplikasiannya lebih mudah dari bahan resin yang biasa digunakan sebagai fissure sealant.

Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai dasar perencanaan kegiatan promotif dan preventif kesehatan gigi anak di Indonesia, salah satunya adalah program UKGS. Sebagai contoh adalah penerapan program fluoride mouth rinsing sebagai alternatif tambahan tindakandan penggunaan bahan aplikasi GIC sebagai pengganti bahan resin untuk pit dan fissure sealant.

Penulis: Aulia Ramadhani, Thinni Nurul Rochmah, Taufan Bramantoro, Lucindari Gea Permata, Tin Zar Tun

Judul artikel ilmiah:

Systematic review on cost-effectiveness analysis of school-based oral health promotion program

PLoS ONE. 2023 Apr 20;18(4):e0284518. doi: 10.1371/journal.pone.0284518. eCollection 2023.

AKSES CEPAT