Kesenjangan antargenerasi di tempat kerja sering kali diakibatkan oleh perbedaan usia antara pemimpin senior dan karyawan yang lebih muda, yang menyebabkan gaya kerja yang berbeda-beda dan potensi kesalahpahaman komunikasi. Masalah ini dapat berdampak negatif pada kerja tim. Dalam konteks periode Masyarakat 5.0, penelitian ini meneliti bagaimana kesenjangan antargenerasi memengaruhi kualitas kehidupan kerja rumah sakit dan internalisasi budaya. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional bersama dengan metodologi observasional analitis. Ukuran sampel sebanyak 265 orang dipilih menggunakan metode yang dikenal sebagai pemilihan acak sederhana dari komunitas personel rumah sakit yang menjadi subjek penelitian ini. Budaya kerja, perbedaan generasi, dan kualitas kehidupan kerja merupakan perhatian utama. Semua Survei Nilai Rokeach (RVS) dan Instrumen Penilaian Budaya Organisasi (OCAI) dianggap sebagai teknik pengumpulan data. Pengujian chi-square akan digunakan untuk memeriksa temuan survei.
Uji Chi-Square menunjukkan hubungan yang kuat antara internalisasi budaya kerja pekerja rumah sakit dan keinginan mereka untuk kehidupan kerja yang positif (nilai-p < 0,05). Proses kebijakan yang dikenal sebagai QWL adalah proses yang digunakan organisasi untuk memenuhi kebutuhan dan tujuan karyawannya. Hal ini melibatkan penanganan masalah dan penyelarasan perspektif antara tempat kerja dan karyawannya untuk mencapai tujuan bersama, seperti meningkatkan kinerja karyawan dan perusahaan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang-orang dari Generasi X memiliki tingkat dedikasi yang lebih besar terhadap proses asimilasi budaya kerja jika dibandingkan dengan mereka yang berasal dari Generasi Z dan Generasi Y. Sebaliknya, Gen Z menunjukkan standar hidup yang lebih tinggi di tempat kerja jika dibandingkan dengan Gen X dan Gen Y. Lebih jauh lagi, internalisasi budaya yang efektif di tempat kerja berkontribusi pada peningkatan kualitas kehidupan kerja karyawan. Namun, secara statistik, tidak ada korelasi signifikan antara kesenjangan generasi dan inisiatif yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas kehidupan kerja secara keseluruhan di tempat kerja. Selain itu, QWL karyawan ditingkatkan dengan upaya untuk mengasimilasi budaya tempat kerja.
Penulis: Nyoman Anita Damayanti
Untuk mengetahui artikel secara lebih detail, maka dapat mengunjungi link berikut:
Baca juga: Pengaruh Lingkungan Kerja terhadap Sikap Tenaga Kesehatan yang Memberikan ASI





