51动漫

51动漫 Official Website

Dampak Kesiapan Modal Manusia dan Modal Informasi terhadap Keberlanjutan Bisnis

Ilustrasi bisnis (Foto: Master SEO Indonesia)
Ilustrasi bisnis (Foto: Master SEO Indonesia)

Selama pandemi COVID-19, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menghadapi tantangan yang cukup berat, banyak di antaranya yang mengalami keterpurukan atau kebangkrutan. Untuk bertahan dan berkembang di masa krisis ini, UMKM harus merangkul kreativitas dan inovasi dengan tetap mengedepankan keberlanjutan usaha yang mencakup dimensi finansial, sosial, dan lingkungan. Resource-based View (RBV) menyatakan bahwa faktor internal seperti sumber daya manusia, modal informasi, orientasi pasar, dan kinerja bisnis sangat penting untuk menciptakan keunggulan kompetitif yang berkelanjutan. Namun pengaruh modal manusia dan modal informasi terhadap keberlanjutan bisnis masih belum konsisten pada penelitian-penelitian sebelumnya sehingga memerlukan penelitian lebih lanjut. Studi ini mengusulkan orientasi pasar (market orientation) dan kinerja bisnis (business performance) sebagai variabel mediasi dalam hubungan antara kesiapan sumber daya manusia (human capital readiness)  atau kesiapan modal informasi (information capital readiness) dan keberlanjutan bisnis di kalangan UMKM Indonesia, yang bertujuan untuk memberikan pemahaman komprehensif tentang mekanisme yang mendasari praktik bisnis berkelanjutan dalam menghadapi kesulitan.

UMKM memainkan peran penting dalam perekonomian Indonesia, memberikan kontribusi yang signifikan terhadap PDB (GDP), penciptaan lapangan kerja, investasi, dan ekspor, dengan lebih dari 64 juta UMKM di Indonesia mencakup 99% lapangan kerja dan menyumbang 61,07% dari total PDB. Di Jawa Timur saja, UMKM mengalami pertumbuhan pesat dari 4,2 juta pada tahun 2012 menjadi 9,78 juta pada tahun 2018, mendominasi 99% kegiatan perekonomian di wilayah tersebut. Namun pandemi COVID-19 memberikan dampak yang besar terhadap UMKM sehingga mendorong adanya kajian mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi keberlangsungan usaha mereka. Kajian tersebut berfokus pada 3.907 UMKM di Jawa Timur binaan Dinas Koperasi dan UKM yang bergerak di bidang perdagangan, jasa, dan manufaktur.

Dengan menggunakan data dari 347 UMKM di Provinsi Jawa Timur, Indonesia, penelitian ini menyelidiki hubungan antara kesiapan sumber daya manusia, kesiapan modal informasi, orientasi pasar, kinerja bisnis, dan keberlanjutan bisnis melalui analisis PLS SEM. Hasil studi menunjukkan bahwa kesiapan sumber daya manusia dan kesiapan modal informasi berpengaruh positif terhadap keberlanjutan bisnis, sehingga menyoroti pentingnya sumber daya internal dalam meningkatkan keberlanjutan dalam UMKM. Menariknya, meskipun kinerja bisnis sepenuhnya memediasi pengaruh kesiapan modal informasi terhadap keberlanjutan bisnis, kinerja bisnis tidak memediasi pengaruh kesiapan sumber daya manusia. Selain itu, orientasi pasar dan kinerja bisnis diidentifikasi sebagai variabel mediasi dalam hubungan antara kesiapan sumber daya manusia dan kesiapan modal informasi dengan keberlanjutan bisnis, yang menunjukkan pentingnya mempertimbangkan faktor pasar eksternal dan kemampuan sumber daya internal untuk mencapai keberlanjutan. Hasil-hasil ini berkontribusi pada kemajuan teori Resource-Based View (RBV), memberikan wawasan berharga bagi praktik pengelolaan UMKM, dan pada akhirnya berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat.

Studi ini memberikan kontribusi teoritis yang signifikan dengan memberikan bukti empiris untuk Pandangan Berbasis Sumber Daya (RBV) dalam konteks UMKM di Indonesia, menawarkan kerangka kerja komprehensif untuk mencapai keberlanjutan bisnis melalui anteseden utama seperti kesiapan sumber daya manusia, kesiapan modal informasi, orientasi pasar, dan kinerja bisnis. Selain itu, penelitian ini menyoroti peran konstruksi tertentu seperti kesiapan sumber daya manusia dan kesiapan modal informasi, yang jarang diteliti oleh para peneliti sebelumnya. Dari sudut pandang praktis, implikasi penelitian ini signifikan bagi para praktisi yang ingin meningkatkan keberlanjutan bisnis di UMKM. Temuan ini memberikan wawasan yang dapat ditindaklanjuti untuk meningkatkan keberlanjutan dengan memanfaatkan sumber daya internal seperti kesiapan sumber daya manusia dan kesiapan modal informasi, serta orientasi pasar dan kinerja bisnis. Studi ini menggarisbawahi pentingnya fokus pada konstruksi ini dalam proses pengambilan keputusan untuk mendorong hasil yang berkelanjutan dalam UMKM. Dengan menyadari pentingnya peran sumber daya internal dan mempertimbangkan dinamika pasar eksternal, pemilik dan pengelola UMKM dapat mengambil keputusan yang tepat untuk meningkatkan keberlanjutan bisnis secara efektif. Penelitian ini menjembatani kesenjangan penelitian-penelitian sebelumnya dengan menyoroti peran mediasi orientasi pasar dan kinerja bisnis, sehingga menawarkan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi keberlanjutan usaha di UMKM.

Penulis:

Prof. Dr. Bambang Tjahjadi, Prof. Dr. Noorlailie Soewarno, Dewi Nabilah Anwar, Atika Fairuzi

Link:

Baca juga:

AKSES CEPAT