Diabetes mellitus (DM) adalah kondisi kronis akibat gangguan endokrin dan metabolik yang memengaruhi sekresi atau fungsi insulin, menyebabkan kadar gula darah tinggi (hiperglikemia). DM sering memicu masalah psikologis seperti stres, depresi, dan diabetes distress, yang memengaruhi hasil pengobatan, kadar glukosa darah, dan kualitas hidup pasien. WHO mencatat 422 juta penderita DM secara global pada 2023, dengan Indonesia memiliki 19,5 juta pasien pada 2021, peringkat kelima dunia. Pasien DM tipe 2 menghadapi tantangan dalam manajemen diri, seperti perubahan gaya hidup, dukungan sosial, dan pemahaman tentang gejala penyakit. Hambatan lainnya meliputi rendahnya motivasi, kurangnya pemahaman manajemen diri, dan kendala psikologis. Diabetes distress, yaitu kecemasan terkait pengelolaan penyakit, lebih sering dialami oleh pasien muda, perempuan, dan mereka dengan HbA1c tinggi. Distress ini dapat menurunkan kreativitas, konsentrasi, dan kemampuan menghadapi masalah. Mindfulness-Based Stress Reduction (MBSR) merupakan teknik mindfulness yang membantu mengelola stres dan kecemasan pada penyakit kronis, termasuk DM. Penelitian sebelumnya menunjukkan MBSR bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis dan mengendalikan kadar gula darah pasien DM tipe 2 melalui pengendalian stres dan emosi.
Penelitian ini mengikuti pedoman PRISMA untuk melakukan tinjauan sistematis dan meta-analisis. Kriteria inklusi menggunakan prinsip PICOS, mencakup artikel berbahasa Inggris yang diterbitkan antara 20142023, penelitian kuantitatif eksperimental terkait pasien diabetes tipe 2, intervensi mindfulness, serta hasil seperti gula darah puasa, HbA1c, stres, dan kesejahteraan psikologis. Artikel berupa protokol penelitian, laporan konferensi, editorial, tinjauan, studi kasus, serta penelitian kualitatif dikecualikan. Pencarian literatur dilakukan pada November 2023 di database seperti Scopus, Web of Science, ScienceDirect, dan Google Scholar menggunakan operator Boolean. Seleksi artikel dilakukan menggunakan Mendeley melalui dua tahap: penyaringan judul dan abstrak, serta peninjauan teks penuh secara independen. Perbedaan pendapat diselesaikan melalui diskusi atau melibatkan peninjau ketiga. Diagram alur PRISMA digunakan untuk memvisualisasikan proses seleksi. Analisis data diawali dengan ekstraksi data menggunakan Microsoft Excel oleh dua peneliti independen, dengan pengawasan oleh 2-3 peninjau. Diagram dan teks PRISMA menyajikan proses pencarian serta temuan literatur, sementara data deskriptif disajikan dalam bentuk teks dan tabel untuk merangkum bukti yang akan digunakan dalam sintesis data.
Hasil dari systematic review menunjukkan bahwa Mindfulness-Based Stress Reduction (MBSR) efektif dalam membantu pengelolaan stres dan memperbaiki kualitas hidup pasien diabetes melitus (DM). Teknik mindfulness yang diterapkan dalam MBSR dapat meningkatkan kemampuan individu untuk fokus pada momen saat ini tanpa penilaian, yang berdampak positif pada pengaturan glikemik. Selain itu, praktik mindfulness juga terbukti dapat mengurangi dampak masalah psikologis yang sering dialami oleh pasien DM, seperti kecemasan dan depresi. Dengan demikian, mindfulness dapat digunakan sebagai terapi pendukung yang berguna untuk meningkatkan kesejahteraan pasien DM secara keseluruhan.\
Penulis: Prof. Dr. Nursalam, M.Nurs (Hons)
Artikel ini merujuk pada penelitian dengan judul 淚mpact of Mindfulness-Based Stress Reduction on Diabetes Mellitus Psychological Well-Being and Glycemic Control: A Systematic Review
Link jurnal:





