51动漫

51动漫 Official Website

Hambatan Perjalanan Aktif ke Sekolah Berhubungan dengan Status Gizi Lebih Pada Remaja

Hambatan Perjalanan Aktif ke Sekolah Berhubungan dengan Status Gizi Lebih Pada Remaja
Sumber: dok pribadi

Status gizi lebih pada remaja merupakan salah satu tantangan kesehatan masyarakat yang paling serius di abad ke-21 termasuk di Indonesia. Gizi lebih dibagi menjadi overweight yaitu akumulasi lemak yang berlebihan dalam tingkat ringan dan obesitas yaitu penumpukan lemak yang sangat tinggi di dalam tubuh sehingga membuat berat badan berada di luar batas ideal. Kelompok usia remaja merupakan salah satu periode rentan mengalami gizi lebih. Status gizi lebih pada remaja, jika tidak ditangani dengan baik secara signifikan akan berdampak pada kesehatan fisik dan psikososial.

Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya gizi lebih pada remaja antara lain faktor genetik, faktor gaya hidup, faktor psikis, faktor perkembangan, dan obat-obatan. Menurut laporan WHO, peningkatan prevalensi gizi lebih pada remaja berasal dari perubahan gaya hidup seperti makanan yang tidak sehat dan pola aktivitas fisik yang mengarah pada ketidakseimbangan energi. Salah satu contoh perubahan aktivitas fisik pada remaja adalah melakukan perjalanan pasif dengan menggunakan kendaraan bermotor ke sekolah. Adanya kemudahan teknologi yang praktis seperti aplikasi transportasi online dapat menghambat remaja untuk melakukan perjalanan aktif seperti jalan kaki dan bersepeda ke sekolah.

Penelitian yang dilakukan oleh tim dari Fakultas Keperawatan 51动漫 di salah satu SMA di Surabaya menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara hambatan perjalanan aktif ke sekolah dengan status gizi lebih pada remaja. Semakin tinggi hambatan untuk perjalanan aktif ke sekolah maka semakin tinggi pula remaja mengalami status gizi lebih. Hampir seluruh remaja menggunakan kendaraan bermotor sebagai moda transportasi ke sekolah, sedangkan sangat sedikit remaja yang berjalan kaki atau bersepeda dari dan ke sekolah. Salah satu faktor yang menghambat perjalanan aktif ke sekolah yaitu jarak yang jauh antara rumah dan sekolah yang mengakibatkan remaja memilih melakukan perjalanan pasif untuk ke sekolah berdasarkan hasil penelitian tersebut. Perjalanan pasif (dengan kendaraan bermotor) yang dilakukan oleh remaja dapat mengakibatkan ketidakseimbangan energi dimana pengeluaran energi lebih kecil daripada energi yang masuk ke dalam tubuh yang pada gilirannya kelebihan energi tersebut disimpan dalam bentuk lemak. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya status gizi lebih pada remaja yang lebih memilih perjalanan pasif karena memiliki hambatan perjalan aktif ke sekolah.

Gizi lebih pada remaja dapat dicegah dimulai dari aktivitas sehari-hari yaitu mengganti perjalanan pasif dengan perjalanan aktif ke sekolah. oleh karena itu, diperlukan perbaikan kualitas sarana prasarana jalur sepeda dan jalur pejalan kaki untuk memberikan rasa aman kepada pejalan kaki dan pesepeda sehingga dapat mencegah terjadinya kecelakaan dan menjamin keselamatan siswa saat pergi dan pulang sekolah. Dengan demikian, perjalanan aktif ke sekolah dapat menjadi fokus penting intervensi untuk meningkatkan aktivitas fisik dan mencegah kelebihan berat badan pada remaja.

Penulis: Wahyuni Tri Lestari

Informasi detail dari  artikel  ini dapat dilihat pada:

AKSES CEPAT