Pandemi COVID-19 yang muncul di Indonesia sejak bulan Maret 2020 membawa dampak di segala sektor. Sektor kesehatan menghadapi tantangan yang luar biasa. Tenaga medis yang berjuang di garda terdepan memiliki tanggung jawab yang besar dalam penanganan pandemi COVID-19 ini. Tidak sedikit tenaga medis yang gugur dalam menghadapi pandemi COVID-19. Kondisi ini dapat meningkatkan stress dan juga gangguan psikologis lain seperti depresi dan ansietas. Karena itu, selain aspek kesehatan jasmani ada hal yang harus menjadi perhatian juga yaitu kesehatan mental.
Beban yang berat dalam sistem pelayanan kesehatan saat pandemi sangat berpengaruh terhadap kesehatan jasmani dan mental. Perjalan penyakit yang belum diketahui secara kelimuan, perasaan cemas terinfeksi, mendengar teman sejawat yang meninggal karena COVID-19, menyaksikan kondisi yang traumatik seperti pasien yang kritis atau memburuk secara cepat, jam kerja yang berlebihan karena kekurangan tenaga medis atau pasien terlalu banyak, khawatir membawa virus saat pulang ke rumah bertemu keluarga dan masih banyak kondisi yang berdampak terhadap kesehatan mental tenaga medis.
Saat pandemi ini kami melakukan penelitian mengenai kesehatan mental para tenaga medis yang menjadi garda terdepan dalam pelayanan penanganan COVID-19. Penelitian ini kami lakukan agar bisa menjadi sumber rekomendasi dalam peningkatan kualitas kesehatan mental tenaga medis di Indonesia. Penelitian kami lakukan saat gelombang 1 pandemi COVID-19 di Indonesia dari bulan November 2020 sampai dengan Januari 2021. Dari penelitian yang kami lakukan, kami menemukan data yang cukup mengkhawatirkan, yaitu: Depresi 29,4%, anxiety 44,9%, stress 31,8%. Dampak kesehatan mental yang paling di rasakan tenaga medis saat pandemi adalah rasa cemas yang berlebih karena berbagai macam faktor salah satunya beban kerja dan risiko tinggi tertular COVID-19. Saat ledakan kasus COVID-19, rumah sakit kewalahan dan para tenaga medis mendapat beban kerja dan tekanan yang berat. Banyak pasien yang kritis yang membutuhkan perawatan, sementara tenaga medis tidak bertambah signifikan.
Saat awal pandemi COVID-19, beberapa tenaga medis pernah mendapat stigma tertentu seperti di usir atau dikucilkan di tempat tinggalnya. Hal ini tentu dapat mengganggu kesehatan mental tenaga medis yang sedang berjuang melawan COVID-19. Kondisi ini diperburuk dengan pemberitaan di media sosial yang tidak terkendali yang turut menyebabkan kecemasan dan ketakutan di tengah masyarakat karena informasi yang salah atau informasi yang berlebihan. Tidak jarang masyarakat menjadi paranoid kepada tenaga medis karena informasi-informasi salah yang beredar. Pada saat itu. pembatasan penyebaran informasi dan pembuatan media resmi pemerintah sebagai sumber informasi valid dapat menjadi solusi dari beredarnya informasi yang salah.
Prioritas penanganan kesehatan mental tenaga medis bisa menjadi salah satu poin dalam peningkatan kualitas pelayanan kesehatan. Diperlukan dukungan dari berbagai pihak dalam penanganan COVID-19. Dukungan dari pemerintah sebagai pemangku kebijakan sangat diperlukan seperti protokol pengontrolan penularan di masyarakat, Alat Pelindung Diri (APD) dan fasilitas perawatan yang tercukupi. Dukungan antar tenaga medis juga tidak kalah penting, seperti saling membantu dan berempati terhadap tenaga medis yang lain.
Beberapa hal dapat dilakukan terkait kesehatan mental tenaga medis, salah satunya pemeriksaan berkala terkait depresi, ansietas, dan juga stress yang dialami. Hal ini dapat mencegah peningkatan kasus terkait gangguan psikis serta mempercepat penanganan agar gangguan tersebut tidak berjalan menjadi sesuatu yang serius. Masalah kesehatan mental dikalangan tenaga medis selama pandemi perlu disikapi serius, sama halnya dengan pencegahan penyebaran COVID-19. Penanganan yang baik dalam peningkatan kualitas hidup dan juga kesehatan mental yang dialami oleh tenaga medis dapat meningkatkan performa kerja , mencegah burn out, dan juga kesehatan mental tenaga medis secara umum.
Penulis: dr. Adila Taufik Syamlan, dr, Sovia Salamah, dr. Firas Farisi Alkaff
Informasi detail dari tulisan ini dapat dilihat pada publikasi ilmiah kami di:
Syamlan AT, Salamah S, Alkaff FF, et al. Mental health and health- related quality of life among healthcare workers in Indonesia during the COVID- 19 pandemic: a cross- sectional study. BMJ Open 2022;12:e057963. doi:10.1136/ bmjopen-2021-057963





