Penyakit kronis adalah penyakit yang terjadi dengan durasi panjang yang pada umumnya berkembang secara lambat serta terjadi akibat faktor genetik, fisiologis, lingkungan dan perilaku. Pada tahun 2016, sekitar 71% dari kematian di dunia disebabkan oleh penyakit kronis. Contoh penyakit kronis yang tidak menular adalah kardiovaskular, kanker, penyakit pernapasan, dan diabetes. Adapun contoh penyakit menular kronis adalah malaria, HIV dan tuberkulosis. Untuk mencegah dan menurunkan angka kematian dan kesakitan akibat penyakit kronis, diperlukan kegiatan promotif dan preventif. Strategi inovatif untuk promosi kesehatan dan pendidikan tentang penyakit kronis adalah dengan intervensi kesehatan online yang marak digunakan dalam satu dekade terakhir.
Berdasarkan sebuah penelitian yang me-review 47 artikel dari 2009 dan 2021, sudah banyak intervensi kesehatan online seperti situs web, media sosial (Facebook, WeChat, Snapchat, WhatsApp, dan Twitter) dan aplikasi kesehatan dari ponsel pintar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intervensi kesehatan online dapat efektif dalam meningkatkan kesadaran dan memfasilitasi perubahan perilaku. Namun, hingga saat ini tidak ada studi yang melakukan evaluasi secara formal terhadap efektivitas strategi keterlibatan masyarakat dalam intervensi kesehatan online.
Melalui aplikasi kesehatan yang diakses secara online, masyarakat dapat menerima informasi yang dibutuhkan dan dapat berkomunikasi dengan penyedia layanan dengan baik meskipun layaknya bertemu langsung. Selain itu, aplikasi layanan kesehatan online yang dapat digunakan secara anonim berhasil meningkatkan perilaku deteksi dini pada kondisi yang distigmatisasi seperti HIV/AIDS. Menggunakan layanan kesehatan secara online dapat mencegah stigma publik, rasa malu, atau penilaian dari orang lain. Selain itu, masyarakat juga tidak perlu menghabiskan waktu untuk mengambil cuti kerja untuk pergi ke puskesmas. Kita juga bisa memperoleh alat tes mandiri (self-test kit) yang bisa digunakan di rumah beserta instruksi yang jelas tentang cara menggunakannya. Kelebihan-kelebihan ini membuat aplikasi kesehatan online dapat meningkatkan kemauan masyarakat untuk melakukan deteksi dini penyakit kronis.
Intervensi kesehatan online juga dapat digunakan untuk mengingkatkan keterlibatan masyarakat pada suatu program kesehatan. Intervensi kesehatan secara online selain melalui media sosial adalah pesan pengingat (remider) seperti SMS, pesan (chat) yang dikirim di grup, maupun kiriman ke sosial media. Sistem pengingat interaktif disukai oleh masyarakat karena memunculkan perasaan bahwa mereka diperhatikan dan dirawat. Pesan ini dapat berupa tips mencegah penyakit jantung koroner, tautan ke survei kelayakan untuk tes mandiri HIV secara gratis, maupun pengingat pasien tuberkulosis untuk minum obat. Konten kesehatan berbasis web sering kali berlebihan dan berulang. Oleh karena itu, pesan yang disesuaikan berdasarkan kebutuhan, minat, dan perhatian sasaran penerima dapat menjadi kegiatan promosi kesehatan yang efektif untuk perubahan perilaku.
Saat ini, banyak kita jumpai konten-konten kesehatan yang tersebar di berbagai media soaial. Meskipun demikian, penting untuk digarisbawahi bahwa media sosial seperti Facebook memuat banyak informasi dari berbagai sumber yang bisa jadi tidak kredibel. Selain itu, kiriman informasi yang panjang bisa membuat perhatian pembaca terganggu dan informasi utama menjadi tidak terlihat. Tampilan, teks yang ringkas dan mudah dipahami serta fokus untuk memotivasi perubahan perilaku lebih disukai oleh masyarakat.
Promosi kesehatan online melalui media sosial memiliki potensi besar pada perubahan perilaku kesehatan seperti penurunan berat badan, aktivitas fisik, dan kesadaran diet. Hal ini disebabkan karena masyarakat dapat saling berinteraksi dengan penyedia konten maupun dengan sesama pembaca dengan cara berkomentar pada kiriman media sosial yang telah dibagikan. Perubahan perilaku kesehatan melalui media sosial juga dapat terjadi karena melibatkan jaringan sosial penggunanya seperti teman dan kerabat. Kehadiran keluarga, teman, dan kerabat yang mendukung bisa mendorong pengambilan keputusan pengguna media sosial untuk melakukan perubahan perilaku.
Penulis: Muhammad Atoillah Isfandiari, dr., M.Kes
Judul Jurnal: Strategies to promote the use of online health applications for early detection and raising awareness of chronic diseases among members of the general public: A systematic literature review





