Krisis COVID-19 telah memberikan dampak serius bagi rumah sakit pendidikan. Dalam mengikutsertakan peserta untuk mengelola pasien, rumah sakit harus menerapkan perawatan bernilai tinggi dan sadar biaya, sehingga dokter spesialis harus melakukan supervisi. Perawatan bernilai tinggi dan sadar biaya lebih mudah diterapkan di rumah sakit pendidikan bila menerapkan Panduan Praktik Klinis (PPK), terutama untuk penyakit yang dikategorikan sebagai “volume tinggi”, “risiko tinggi”, “biaya tinggi”, dan “variabilitas tinggi”, memiliki dokter penyelia yang aktif, dan didukung oleh tenaga kesehatan lain dalam jumlah yang cukup.
Tidak tersedianya PPK dan kurangnya supervisi akan mengancam perawatan bernilai tinggi dan sadar biaya. Kualitas pelayanan pasien dipengaruhi oleh keberadaan dan kepatuhan PPK. Kompleksitas diagnosis mempengaruhi ketersediaan PPK untuk setiap diagnosis. Perubahan kompleksitas pasien meningkatkan kebutuhan untuk membuat PPK baru. PPK meningkatkan kecepatan pengambilan keputusan dan eksekusi oleh peserta PPDS ketika dokter supervisor tidak dapat hadir secara langsung di rumah sakit.
Dampak terganggunya pelayanan kesehatan pada pasien anak akibat pandemi COVID-19 ke depan harus diantisipasi, dimitigasi, dan diminimalisir berdasarkan bukti-bukti yang valid. Selain itu, metode pelayanan kesehatan untuk pasien anak yang telah terbukti efektif dalam menghadapi pandemi/bencana harus diterapkan agar kita lebih siap menghadapi pandemi lain atau ketika kita menghadapi keadaan tertentu dengan sumber daya yang tidak mencukupi seperti yang terjadi selama pandemi.
Kontribusi utama penelitian ini adalah memberikan jawaban berdasarkan bukti ilmiah apakah peningkatan pengawasan terhadap warga dan adanya CPG dapat menjadi solusi untuk gangguan bermain di rumah sakit AMC akibat kelangkaan sumber daya untuk dokter spesialis dan perawat saat terjadi bencana .
Peran PPK dan supervisi dalam menghambat dampak negatif pandemi
Penelitian kohort retrospektif kami ini mengumpulkan data pasien dari program layanan rawat inap pasien oleh peserta program dokter spesialis Ilmu Kesehatan Anak 2 tahun saat pandemi dan 2 tahun sebelum pandemi. Penelitian bertujuan untuk menghitung besarnya pengaruhPPK dan supervisi dalam menghambat dampak negatif Pandemi COVID-19 terhadap outcome klinis dan finansial rawat inap non-COVID-19 oleh residen anak di rumah sakit pendidikan selama pandemi COVID-19.
Saat pandemi, terjadi penurunan 41,4% pasien rawat inap anak selama pandemi dengan tingkat keparahan dan tingkat kompleksitas yang meningkat, penurunan ketersediaan pengawas sebesar 7,46%, peningkatan 0,4% pada readmisi < 30 hari, peningkatan mortalitas di rumah sakit sebesar 0,31%, meningkatkan total biaya perawatan, dan menurunkan keuntungan klaim asuransi.
PPK tidak menghambat dampak negatif pandemi pada kualitas klinis tetapi menghambat dampak negative pandemic pada aspek finansial dengan menurunkan biaya perawatan dan meningkatkan keuntungan klaim asuransi. Supervisi menghambat dampak negatif pandemi pada kualitas klinis dan aspek finansial. dengan mengurangi total biaya perawatan dan meningkatkan keuntungan klaim asuransi. Supervisi langsung menghambat dampak negatif pandemi terhadap kualitas klinis dan finansial dari layanan rawat inap non-COVID-19 oleh peserta PPDS Ilmu Kesehatan Anak, sementara PPK hanya menghambat dampak negatif pada aspek finansial. Implikasi dari penelitian ini adalah, dalam bencana, ketersediaan PPK dan supervisi langsung membuat rumah sakit pendidikan mampu menghambat dampak negatif bencana penurunan mutu klinis layanan dan kerugian finansial.
Hasil terpenting penelitian adalah untuk mengetahui seberapa besar peran supervisi dan PPK ketika sumber daya manusia kesehatan langka, terutama dokter dan perawat, di masa pandemi. Temuan utama dari penelitian ini adalah bahwa pengawasan langsung menghambat dampak negatif pandemi terhadap hasil klinis dan keuangan rawat inap non-COVID-19 oleh peserta PPDS Ilmu Kesehatan Anak. Sebaliknya, PPK menghambat terjadinya kerugian finansial rumahsakit.
Pandemi COVID-19 telah memicu perubahan signifikan dalam pendidikan kedokteran. Desain pembelajaran yang efektif perlu dikembangkan dan diterapkan untuk mengatasi hambatan terkait COVID-19 dalam pendidikan residen guna membantu pendidik mengubah krisis COVID-19 menjadi peluang untuk perubahan positif dan berkelanjutan. Supervisi dengan desain praktis memungkinkan peserta PPDS Ilmu Kesehatan Anak untuk membuat keputusan klinis yang kompleks dan mengembangkan kompetensi mereka dalam perawatan bernilai tinggi dan sadar biaya. Hasil penelitian ini menyiratkan bahwa, dalam bencana, ketersediaan PPK dan supervisi langsung membuat rumah sakit pendidikan mampu menghambat dampak negatif bencana.
Oleh: Anang Endaryanto, Arlina Dewi, Kusbaryanto, Ricardo Adrian Nugraha
Link Jurnal:





