51动漫

51动漫 Official Website

Dampak Pendidikan Manajemen Diri Diabetes pada Pasien Paruh Baya

Foto by Alodokter

Penyakit Diabetes Mellitus (DM) apabila tidak ditangani dengan baik akan menimbulkan berbagai komplikasi. Memasuki usia 40 tahun ke atas, penderita penyakit DM mulai menunjukkan perkembangan ke arah terjadinya komplikasi. Oleh karena itu, pasien DM perlu mengetahui tentang self-management diabetes yang tepat melalui diabetes self-management education (DSME). Tinjauan sistematis ini bertujuan untuk mengidentifikasi efektivitas pendidikan manajemen diri diabetes pada pasien paruh baya (40-64 tahun) dengan DM tipe 2.

Metode penelitian yang digunakan adalah tinjauan sistematis. Penelusuran literatur dilakukan berdasarkan data Scopus, Web of Science, PubMed, dan EBSCO dengan kata kunci education, self management, diabetes melitus, self care, dan middle-aged. Hasilnya, terdapat 15 literatur yang memenuhi kriteria inklusi, antara lain pasien DM tipe 2, intervensi edukasi self-management diabetes, outputnya adalah kontrol glikemik (kadar gula darah puasa, kadar gula darah 2 jam post prandial, dan HbA1c). tingkat), kualitas hidup, self-efficacy, tekanan darah, status psikologis, dan perilaku perawatan diri.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak pendidikan manajemen diri diabetes pada pasien DM tipe 2 meningkatkan kualitas hidup, tekanan darah terkontrol, peningkatan efikasi diri, status psikologis, dan perilaku perawatan diri. Simpulan: Kesimpulannya adalah intervensi berupa edukasi self-management diabetes berdampak positif pada pasien DM tipe 2 usia paruh baya, dan intervensi ini dapat diterapkan di tatanan pelayanan kesehatan. Studi selanjutnya dengan metode dan desain studi lain, serta literatur yang lebih banyak, sangat dianjurkan.

Penulis: Emilia Erningwati Akoit, Ferry Efendi, Yulis Setiya Dewi

Link Jurnal:

AKSES CEPAT