51动漫

51动漫 Official Website

Dari Indonesia ke Rumania: Perjalanan Mengajar yang Tak Terlupakan bersama Erasmus+

(Foto: Airlangga Global Engagement)
(Foto: Airlangga Global Engagement)

UNAIR NEWS  – Dr. Tahta Amrillah, asisten profesor di 51动漫 (UNAIR), Indonesia, memiliki banyak pengalaman dalam kolaborasi akademik internasional. Ia meraih gelar doktoral dari National Chiao Tung University di Taiwan, menjalani program magang di Max Planck Institute di Jerman, serta menempuh postdoktoral di Tohoku University, Jepang. Keahliannya mencakup material berukuran nano, sifat senyawa oksida dan kalsogenida, serta pengembangan film tipis dan nanokristal, khususnya untuk teknologi energi terbarukan.

Baru-baru ini, ia melangkah lebih jauh dalam pengalaman internasionalnya dengan mengikuti program Erasmus+ Staff Mobility for Teaching di University Politehnica Timi葯oara, Rumania. Perlu diketahui, bahwa Erasmus+ adalah salah satu program mobilitas staf paling bergengsi yang diimpikan banyak akademisi.

淢erupakan kehormatan bagi saya bisa terpilih. Program ini memberikan kesempatan berharga untuk belajar tidak hanya tentang pendidikan dan penelitian, namun juga keberagaman budaya Eropa.

Ia juga menekankan pentingnya kunjungan ini secara strategis, mengingat UNAIR masih memiliki kerjasama yang terbatas dengan perguruan tinggi di Rumania. Melalui program ini, ia berharap dapat membuka jalan bagi kerjasama institusional yang lebih kuat di masa depan.

Selama disana, Dr. Tahta mengajar mata kuliah terkait energi terbarukan, khususnya pengembangan perangkat sel surya. 淪aya juga memanfaatkan kesempatan ini untuk memperkenalkan Indonesia, budaya kita, makanan khas, dan destinasi wisata, kepada para mahasiswa di kelas. Ini merupakan cara yang bagus untuk menggabungkan sains dengan pertukaran budaya, ungkapnya.

(Foto: Airlangga Global Engagement)

Mengajar di Rumania menjadi pengalaman yang menyegarkan. Suasana kelas mendorong diskusi aktif, di mana para mahasiswa menunjukkan ketertarikan yang tinggi, tidak hanya pada materi pelajaran, namun juga tentang Indonesia. 淢ereka sangat interaktif dan terbiasa dengan metode pembelajaran berbasis diskusi. 淕aya mengajar seperti ini sangat membantu pemahaman siswa terhadap topik-topik kompleks, dan saya berencana menerapkannya di UNAIR agar kelas lebih menarik.

Interaksinya tidak hanya terbatas pada mahasiswa. Para dosen di University Politehnica of Timi葯oara (UPT) juga menunjukkan minat besar terhadap riset Dr. Tahta dan kemungkinan kolaborasi ke depan. 淜ami bertukar banyak ide tentang riset yang sedang dikembangkan di UNAIR dan bagaimana kami bisa bekerja sama di masa depan, katanya. Ia juga memperkenalkan berbagai program internasional yang dimiliki UNAIR, membuka peluang pertukaran mahasiswa dan dosen.

Pertukaran budaya menjadi bagian penting dari pengalamannya. Di dalam universitas, diskusi sering membahas bagaimana budaya lokal memengaruhi pendidikan dan riset. Di luar kelas, ia menjelajahi kota Timi葯oara dan menemukan akar budaya Rumania yang sangat beragam. 淥rang Rumania sangat ramah, lebih dari yang saya harapkan dari negara Eropa, ujarnya. 淏udaya mereka dipengaruhi oleh Italia, Turki, Rusia, dan Hungaria. Bahkan bahasanya pun mirip dengan bahasa Italia, seperti penggunaan kata 榗iao untuk mengucapkan selamat tinggal.

Secara profesional, program ini memberikan dampak yang besar. 淢enjadi bagian dari Erasmus+ meningkatkan pengakuan kita sebagai dosen dan membuka banyak pintu untuk kolaborasi, baik dalam pengajaran maupun penelitian, katanya.

Ia juga sangat terkesan dengan bagaimana institusi di Rumania mengintegrasikan pekerjaan laboratorium dengan kegiatan kelas secara langsung, sehingga memudahkan mahasiswa dalam memahami konsep ilmiah yang kompleks. 淚ntegrasi ini merupakan hal yang ingin saya terapkan juga di Indonesia.

Tentu saja, perjalanan internasional tidak lepas dari tantangan. Hambatan utamanya adalah pengurusan visa, karena tidak ada kedutaan Rumania di Indonesia. 淪aya sempat berencana mengurus visa di Thailand, tapi akhirnya saya mengajukan visa ke Hungaria, karena Hungaria adalah negara tetangga Rumania, lalu melakukan perjalanan dari Hungaria ke Rumania. Memang memakan waktu lebih, tapi akhirnya berhasil.

Ketika ditanya tentang momen paling berkesan selama di Rumania, ia menjawab, 淏anyak sekali! Tapi yang paling menonjol adalah pemandangan kota Timi葯oara yang sangat indah. Dan yang paling saya ingat adalah keramahan masyarakat Rumania yang luar biasa.

Penulis: Fiona Lim, Airlangga Global Engagement Intern, Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Editor: Khefti Al Mawalia

AKSES CEPAT