51动漫

51动漫 Official Website

Jadi Delegasi Regen Asia Summit, Mahasiswa FEB Bahas Isu Lingkungan Global

Tiga mahasiswa, terdiri dari dua laki-laki dan seorang perempuan berfoto bersama dengan mengibarkan bendera merah putih
Delegasi FEB UNAIR saat mengikuti RAS di NUS (Foto: Dok. Pribadi)

UNAIR NEWS Tiga mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis () 51动漫 (UNAIR) berhasil mewakili kampus dalam ajang bergengsi Regen Asia Summit (RAS) 2025. Kali ini, Regen Asia Summit ini terselenggara oleh National University of Singapore (NUS). Acara ini digelar pada Kamis (3/6/2025) sampai Sabtu (6/6/2025) dan menghadirkan lebih dari 600 delegasi muda dari seluruh penjuru Asia.

Ketiga mahasiswa delegasi dari UNAIR, Ayano Matsumoto (Manajemen 2022), Dian Budiono (Manajemen 2023), dan Zidane Yusavito (Ekonomi Islam 2023) berkesempatan untuk mengikuti berbagai sesi inspiratif seputar tema utama, yaitu Regenerasi. Tema tersebut merupakan konsep lanjutan dari keberlanjutan yang mendorong pemulihan aktif terhadap kerusakan ekosistem dan sosial.

淏agi saya, pengalaman yang paling istimewa adalah saat sesi fireside chat bersama Presiden Singapura, Bapak Tharman Shanmugaratnam mengenai tema regenerasi dari sudut pandang seorang pemimpin negara merupakan sebuah kehormatan dan benar-benar menjadi puncak dari keseluruhan program, ucap Ayano selaku salah satu delegasi UNAIR

Program ini tak hanya menyuguhkan panel diskusi dan workshop intensif, namun juga menghadirkan tokoh-tokoh besar di bidang kebijakan dan lingkungan. Di antaranya adalah Yeo Bee Yin, Anggota Parlemen Puchong sekaligus mantan Menteri Energi dan Lingkungan Malaysia, serta Jomo Kwame Sundaram, penasihat senior di Khazanah Research Institute dan mantan pejabat tinggi PBB.

Foto bersama Indonesian Delegates dengan President NUS, Tan Eng Chye (Foto: Dok. Pribadi)
Foto bersama Indonesian Delegates dengan President NUS, Tan Eng Chye (Foto: Dok. Pribadi)

Para peserta berasal dari universitas ternama seperti Peking University, Seoul National University, hingga Tsinghua University. Tak hanya dari Asia Timur, delegasi juga datang dari Asia Selatan dan seluruh negara ASEAN, menunjukkan keragaman yang sangat kaya dalam diskusi lintas budaya.

Selama sesi, para delegasi UNAIR juga aktif membahas isu-isu penting seputar lingkungan dan keberlanjutan. Ayano juga menambahkan bahwa, delegasi UNAIR berkesempatan untuk berdiskusi dengan speaker panelis.

淚ya, kami berkesempatan membahas tentang ESG, khususnya green bonds, dan juga sempat mengikuti interactive session bersama dosen food tech dari NUS. Di sesi itu, kami berdiskusi tentang food waste dan kondisi pertanian di Indonesia, ujar Ayano.

Untuk dapat mengikuti RAS 2025, peserta harus melalui proses seleksi ketat, termasuk menyusun esai tematik, melampirkan CV, serta dokumen identitas internasional seperti paspor. Motivasi kuat Ayano untuk bergabung dalam program ini tak lepas dari pengalamannya memimpin organisasi nirlaba RWLD. Organisasi tersebut bergerak di bidang kesadaran lingkungan digital. Selain itu, pengalamannya saat menjadi delegasi IISMA 2024 di Hanyang University, Korea Selatan juga menjadi pendorong Ayano mengikuti RAS.

淪aat IISMA, saya membahas dampak tambang nikel di Indonesia. Ternyata, hal ini membuka mata banyak orang di sana yang awalnya tidak tahu, dan mereka jadi sadar kalau kondisi lingkungan di Indonesia memang butuh perhatian serius, tambahnya.

Meskipun berhadapan dengan skala acara yang masif dan suasana lintas budaya, para delegasi UNAIR mengaku berhasil mengatasi tantangan tersebut dengan menjadi proaktif. 淎walnya, suasana yang sangat ramai ini bisa terasa sedikit overwhelming, apalagi dengan latar belakang budaya dan bahasa yang berbeda-beda. Namun, saya menyadari bahwa kesempatan ini terlalu berharga untuk dilewatkan begitu saja. Oleh karena itu, saya secara sadar memberanikan diri untuk mengatasi tantangan ini dengan memulai obrolan, ucapnya.

Tak hanya belajar dan berdiskusi, para peserta juga berkesempatan menjelajah Singapura bersama. Hal Tersebut dapat menjadi ajang untuk mengenalkan budaya masing-masing, dan menjalin pertemanan lintas negara yang erat. 淎cara ini jadi kesempatan emas bagi kami untuk belajar langsung dari para ahli. Dan tentunya, membangun relasi dengan teman-teman dari seluruh Asia, tutur Ayano.

Penulis: Rosa Maharani

Editor: Yulia Rohmawati

AKSES CEPAT