UNAIR NEWS – 51动漫 kembali menunjukkan peran sebagai pusat literasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Tidak hanya berfokus pada penyediaan koleksi dan layanan, perpustakaan aktif menggelar program pengabdian masyarakat, melalui kegiatan Pelatihan Manajemen UMKM dengan tema 淧eningkatan Kapasitas Pengelolaan UMKM Menuju Bisnis yang Berdaya Saing.
Kegiatan berlangsung pada Kamis (30/10/2025) di Ruang Parlinah, Lantai 3 Perpustakaan Kampus Dharmawangsa-B dan menghadirkan dua narasumber inspiratif yaitu Dr Achsania Hendratmi SE MSi, dosen FEB UNAIR sekaligus konsultan UMKM serta Evelyn Wijaya, SI Kom MMed.Kom, CEO Botega.
Dalam sambutannya, Prof Dr Rahma Sugihartati Dra Msi selaku Kepala perpustakaan UNAIR menyampaikan kegiatan ini merupakan agenda tahun sebagai bentuk implementasi dari literasi akademik dalam pengembangan kewirausahaan.
淧erpustakaan UNAIR hadir mengabdi kepada masyarakat dengan memberikan ruang, termasuk pandangan serta kesempatan untuk mengembangkan bisnis. Kami tidak hanya berpikir bagaimana mengembangkan koleksi, jika berkaitan dengan usaha yang masyarakat masyarakat, literasi keuangan dan literasi bisnis sangat diperlukan, bahas Rahma.
Strategi Mengelola Bisnis bagi Pelaku Usaha
Dalam sesi pertama, Achsania membagikan pengalaman sebagai sekertaris . Achsania mengungkap menjadi wirausaha berarti siap menghadapi berbagai risiko sekaligus peluang, mulai dari perubahan teknologi sampai dinamika pasar yang berubah sewaktu-waktu. Menurut Achsania, banyak bisnis gagal bukan karena produk yang buruk.
淒alam banyak kasus, bukan produknya yang salah, tetapi cara membaca pasarnya. Kalau penjualan tiba-tiba sepi, jangan langsung menyalahkan produk. Bisa jadi segmentasi pasarnya belum tepat, atau strategi pemasarannya perlu disesuaikan, ucap Achsania.
Untuk memaksimalkan potensi bisnis, pelaku usaha harus memahami aspek manajemen keuangan, sistem produksi, legalitas, serta pentingnya inovasi produk agar mampu bersaing di pasar. Penyusunan standar operasional produksi dan legalitas usaha menjadi faktor penting dalam membangun kredibilitas bisnis.
Membangun Bisnis dari Kebutuhan Pribadi
Sesi kedua oleh Evelyn Wijaya, CEO Botega sekaligus pelaku UMKM binaan PASINBIS UNAIR. Evelyn menjelaskan ide menciptakan merek Botega berawal dari membuat lilin aroma terapi untuk kebutuhan pribadi. Melihat respon orang-orang terdekat pada produknya, Evelyn mulai memproduksi secara rutin dan memperluas variasi produknya. Kini, Botega telah berkembang menjadi usaha yang menawarkan berbagai varian produk serta custom sesuai permintaan pelanggan.
Lebih lanjut, Evelyn menjelaskan keberhasilan bisnis tidak hanya bergantung pada teori, tetapi juga kemampuan beradaptasi dengan kondisi pasar dan membangun hubungan yang tulus dengan pelanggan. Ia menekankan pentingnya fleksibilitas serta empati dalam menjaga kepercayaan konsumen.
淪aya lebih banyak berdialog langsung dengan pembeli, menanyakan aroma atau jenis produk yang mereka sukai. Ketika kepercayaan sudah terbangun, mereka akan membeli kembali, tetapi saya tetap menyarankan agar pembelian berlangsung secara wajar. Menurut saya, teori di buku tidak selalu sejalan dengan kondisi lapangan; pelaku usaha harus berani mencoba, beradaptasi, dan tetap menjaga kualitas produknya, jelas Evelyn.
Sebagai penutup, pelaku usaha yang telah hadir berkesempatan untuk memperkenalkan produk mereka kepada peserta Pelatihan Manajemen UMKM. Kegiatan ini menjadi wadah bagi peserta untuk mengenalkan produk dan mendapatkan masukan langsung dari narasumber.
Penulis: Kania Khansa Nadhifa Kallista
Editor: Ragil Kukuh Imanto





