UNAIR NEWS – sukseskan Acara Puncak Dies Natalis ke-27 pada Selasa (2/12/2025) di Ternate Hall, ASEEC Tower, Kampus Dharmawangsa-B 51动漫. Kegiatan itu menghadirkan beberapa penampilan menarik, seperti Cak Kartolo, pidato kebudayaan, BSO Musik, Penampilan Kolintang, Tari Saman, Fibra Dance, hingga Yosakoi.
FIB UNAIR Rumah dan Digital
Sebagai budayawan, Dr Aribowo Drs MS menyinggung perihal FIB yang menjadi seperti rumah baginya. Ia menegaskan peran penting seluruh civitas FIB UNAIR agar dapat mengembangkan dan menjadi Fakultas Ilmu Budaya nomor satu di Indonesia.
淪aya merasa berada di rumah saya sendiri. Bagi saya, FIB itu sangat khusus dan menjadi fakultas paling baik. Kita harus kalahkan UI dan Gajah Mada, Di sini juga, Hari ini juga, tegasnya.
Ia juga memaparkan terkait populisme yang berkaitan dengan media digital. Menurutnya, populisme atau gerakan tidak berkaitan dengan institusi politik. Tidak adanya gerakan buruh ataupun gerakan petani. Oleh karena itu, gerakan ini sering kali dikaitkan dengan netizen.
淪ekarang adanya gerakan masyarakat melawan elit, melawan pemerintah, atau melawan institusi-institusi formal. Jadi netizen itu kalau kita lihat terakhir, fenomenanya menjadi kekuatan politik baru. Jadi ketika partai itu mendung, legislatif mendung, mahasiswa juga tidak terlalu galak, maka netizen itu luar biasa dengan segala instrumen yang ada adalah digital, imbuhnya.
Rangkaian Festival Budaya
Dalam rangkaian Acara Puncak Festival Dies Natalis, FIB UNAIR juga menghadirkan Festival Budaya yang menyajikan pameran karya-karya mahasiswa berupa lukisan ataupun puisi. Tahun ini, Festival Budaya berkolaborasi dengan Lokakarya mengusung tajuk Pradipta Tari Nusantara.
淜ami membawa semangat untuk menyalakan api semangat yang hampir padam. Kegiatan ini kami rancang dengan harapan dapat mengobarkan semangat pelestarian budaya serta menunjukkan sisi kemanusiaan yang beragam melalui karya lukis dua dimensi, hasil fotografi, hingga puisi para mahasiswa FIB, ungkap Anindita Wulan, selaku ketua pelaksana Festival Budaya.
Penulis: Putri Andini
Editor: Khefti Al Mawalia





