UNAIR NEWS Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat 51动漫 (FKM UNAIR) sukses menyelenggarakan Seminar Parenting. Kegiatan itu bertajuk Parenting 5.0: Support System Terbaik untuk Mahasiswa pada Selasa, 2 Desember 2025.
Kegiatan yang pertama kalinya diadakan oleh Prodi S1 Kesmas itu berlangsung secara hybrid dan diikuti oleh mahasiswa pascasarjana, dosen, tenaga kependidikan, serta wali mahasiswa. Seminar tersebut menghadirkan dua narasumber. Yaitu, Dr Mierrina MSi Psikolog, dosen dari Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan Adri Suyanto SH pemerhati pendidikan keluarga dan konsultan parenting. Sesi seminar dipandu oleh moderator Meuthia Jasmine SKM.
Koordinator Program Studi S1 Kesmas, Dr. Muthmainnah dalam sambutannya berharap agar orang tua dapat menjadi bagian penting dalam membangun prestasi mahasiswa.
淜egiatan mahasiswa sangat banyak. Harapannya wali mahasiswa bisa menjadi stimulus yang memotivasi adik-adik untuk aktif mengikuti kompetisi, student mobility, serta kegiatan pengembangan diri lain di luar kuliah, sehingga berprestasi secara akademik maupun non-akademik, ujar Dr. Muthmainnah.
Selain itu, Prof Dr Ira Nurmala menekankan pentingnya kolaborasi tiga elemen utama.淒osen, mahasiswa, dan orang tua adalah satu tim untuk sukses bersama, tegas Prof. Ira.
Kegiatan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme, terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan peserta baik secara luring maupun daring.
Dalam paparannya, Dr. Mierrina menjelaskan bahwa mahasiswa Gen Z tumbuh dekat dengan teknologi, sehingga informasi dapat diakses tanpa batas. Namun di sisi lain, menimbulkan tantangan psikologis.
淕en Z aktif, kreatif, dan hidup dalam dunia digital. Namun tanpa filter informasi, mereka rentan mengalami depresi, insomnia, kesepian, hingga tekanan sosial, jelas Dr. Mierrina berdasarkan slide presentasi tentang Gen-Z boundary-less generation.

Sementara itu, Adri Suyanto SH menekankan pola pengasuhan dan komunikasi yang tepat sesuai fase usia. 淯sia 1521 tahun perlakukan anak sebagai sahabat. Bukan dengan kontrol berlebihan, tetapi dengan empati dan dialog, papar Adri.
Adri mengingatkan bahwa orang tua adalah support system terbesar bagi mahasiswa.淜ampus memberi fasilitas, dosen memberi ilmu. Tapi rumah emosional yang paling menentukan tetaplah orang tua, ujarnya.
Di akhir acara, moderator merangkum lima poin penting hasil diskusi:
- Gen Z akrab dengan teknologi, sehingga mampu mengakses informasi luas, namun perlu filter agar tidak terjebak depresi, insomnia, dan tekanan sosial.
- Perbedaan jarak usia menimbulkan gap komunikasi, sehingga rawan terjadi miskomunikasi.
- Orang tua perlu membuka diri, memahami hobi dan minat anak sebelum memberikan arahan.
- Bangun kepercayaan sejak dini; mahasiswa perlu diberikan ruang menentukan masa depan dengan pengawasan bijak.
- Gunakan metode STAR (Stop, Think, Assess, Respond) untuk memantau media sosial anak tanpa mengontrol berlebihan.
Di akhir sesi, pihak penyelenggara menyampaikan bahwa kegiatan ini akan menjadi program berkelanjutan.淗arapannya acara ini menjadi agenda tahunan agar komunikasi orang tua搈ahasiswa搆ampus semakin solid, papar Dr. Muthmainnah.
Penulis: FKM UNAIR
Editor: Khefti Al Mawalia





