UNAIR NEWS – Delegasi 51动漫 (UNAIR), yang beranggotakan Rachel Rumiris Benedicta dan Stefani Oentario Wijaya, berhasil menjuarai ALSA Indonesia Negotiation Competition. Dalam lomba negosiasi tahunan yang melibatkan berbagai perguruan tinggi di Indonesia itu, keduanya berhasil menyabet predikat juara II dan negosiator terbaik. Tahun ini, ALSA Indonesia Negotiation Competition terselenggara di Universitas Indonesia dan berlangsung pada Jumat (24/1/2025) hingga Sabtu (25/1/2025).
Lomba kali ini mengangkat tema Proyek Public Private Partnership pada Sektor Waste to Energy. Rachel selaku ketua delegasi mengatakan bahwa setiap peserta dituntut untuk dapat mengembangkan kasus posisi. Kriteria penilaian melalui sistem poin berdasarkan kemampuan analisis para peserta.
Berdasarkan Kasus Nyata
Rachel menjelaskan bahwa kasus posisi yang mereka angkat berdasarkan kasus nyata. Kasus tersebut terinspirasi dari Pembangkit Listrik Tenaga Sampah yang dibangun di Bantargebang, Bekasi. Ia menambahkan bahwa negosiasi dikembangkan berdasarkan perspektif pemerintah, perusahaan swasta, investor/pemberi dana, dan PLN.
淪ebagai negosiator, kami harus mengembangkan kasus posisi public private partnership dalam mewujudkan proyek Waste-to-Energy. Bukan hal yang mudah, kami juga harus berperan sebagai perwakilan dari stakeholders, baik sebagai legal counsel ataupun principal, jelasnya.
Mengikuti lomba negosiasi untuk pertama kali tidak menjadi halangan bagi Rachel dan Stefani untuk juara. Waktu persiapan yang mereka dapatkan hanya kurang lebih empat hari. 淜ami harus memiliki kemampuan riset yang baik untuk memberikan hasil negosiasi yang maksimal, meskipun dengan waktu persiapan yang singkat, ungkapnya.
Harumkan Nama Universitas
Rachel merasa senang, karena mampu mengharumkan nama UNAIR melalui lomba negosiasi. Alasan utamanya mengikuti lomba negosiasi yakni sebagai bekal kedepannya bagi seorang praktisi hukum. Lebih lanjut, lomba negosiasi memiliki perbedaan yang mengedepankan kerjasama antar pihak untuk mencapai solusi yang tepat.
Do your best and let God do the rest. Pencapaian kali ini semoga dapat menjadi penyemangat untuk delegasi lomba negosiasi berikutnya. Tentu saya berterimakasih kepada semua pihak yang mendukung kesuksesan lomba ini, bersyukur rasanya memiliki lingkungan yang mendukung untuk terus berkembang, pungkasnya.
Penulis: M. Akmal Syawal
Editor: Yulia Rohmawati





