51动漫

51动漫 Official Website

Mahasiswa BBK-5 Manfaatkan Potensi Lokal, Olah Buah Kelengkeng jadi Sirup

Mahasiswa KKN BBK-5 UNAIR bersama anggota PKK dalam kegiatan pembuatan sirup kelengkeng untuk optimalkan potensi ekonomi desa (Foto: Tim KKN BBK 5)
Mahasiswa KKN BBK-5 UNAIR bersama anggota PKK dalam kegiatan pembuatan sirup kelengkeng untuk optimalkan potensi ekonomi desa (Foto: Tim KKN BBK 5)

UNAIR NEWS – Berawal dari pemberian hasil panen buah kelengkeng oleh salah satu ketua warga desa RW 02 Sukorejo, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, mahasiswa 51动漫 (UNAIR) melaksanakan program kerja pelatihan pembuatan sirup kelengkeng pada Selasa (29/1/2025). Kegiatan pelatihan tersebut menghadirkan seluruh anggota PKK Desa Sukorejo dan mendapat sambutan yang sangat antusias.

Buah kelengkeng merupakan salah satu hasil panen dari pohon yang warga desa tanam di halaman depan rumah mereka. Namun sayangnya, seringkali hanya dikonsumsi langsung atau dijual dalam kondisi segar tanpa pengolahan lebih lanjut. Untuk mengatasi hal tersebut, mahasiswa KKN BBK-5 UNAIR dengan arahan dosen pembimbing berinisiatif memberikan pelatihan kepada masyarakat setempat guna meningkatkan nilai jual kelengkeng dengan mengolahnya menjadi sirup dan minuman segar.

Ketua KKN BBK 5, Muhamad Naufal, menyampaikan bahwa tujuan dari pelatihan ini adalah memberikan keterampilan baru bagi masyarakat, khususnya ibu-ibu PKK, agar mampu memanfaatkan hasil panen kelengkeng secara lebih optimal. Dengan pengolahan yang tepat, buah kelengkeng yang semula hanya dikonsumsi atau dijual dalam bentuk segar dapat memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.

淜ami ingin membantu masyarakat Desa Sukorejo agar tidak hanya mengkonsumsi atau menjual kelengkeng dalam bentuk buah segar, tetapi juga bisa mengolahnya menjadi sirup dan minuman yang bernilai jual lebih tinggi. Dengan begitu, masyarakat dapat memperoleh keuntungan yang lebih besar, meningkatkan kesejahteraan ekonomi mereka, dan memberikan produk unggulan di Desa Sukorejo, ujar Naufal.

Dalam sesi pelatihan, mahasiswa memberikan demonstrasi cara membuat sirup kelengkeng yang mudah dan praktis. Langkah pertama, memilih buah kelengkeng dalam kondisi matang dan segar agar menghasilkan rasa yang manis dan berkualitas. Buah kelengkeng dikupas, buang bijinya, dan dicuci hingga bersih. Masukkan dalam blender dan tambahi air. Jika sudah halus, tahap selanjutnya di saring untuk mendapatkan sari buahnya

Selanjutnya, tambahkan air dan gula ke dalam hasil sari buah kelengkeng, lalu aduk hingga larut. Tambahkan vanili untuk memberikan aroma khas dan perasan jeruk nipis untuk menambah rasa segar. Setelah dingin, sirup kelengkeng dikemas dalam botol steril agar tahan lebih lama dan siap untuk dijual.

Selain sirup, mahasiswa juga mengajarkan cara membuat minuman segar berbahan dasar kelengkeng yang dapat dikreasikan dengan tambahan bahan lain seperti potongan jeruk nipis untuk meningkatkan cita rasa.

Pelatihan ini mendapatkan respons positif dari warga, terutama ibu-ibu PKK yang merasa terbantu dengan adanya inovasi pengolahan buah kelengkeng ini. Salah satu peserta pelatihan, Ludiana, mengungkapkan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat karena memberikan ide baru untuk usaha rumahan dan produk unggulan untuk desa.

淪ebelumnya kami hanya memakan hasil dan memberikan kelengkeng ke tetangga dalam bentuk segar. Dengan adanya pelatihan ini, kami jadi tahu cara mengolah kelengkeng menjadi sirup yang bisa terjual dengan harga lebih tinggi. Tingkatkan kreativitasnya lagi buat teman-teman UNAIR, kata Ludiana.

Dengan adanya pelatihan ini, mahasiswa KKN BBK-5 UNAIR berharap masyarakat Desa Sukorejo dapat terus mengembangkan produk olahan kelengkeng secara mandiri. Mereka juga mendorong warga untuk membentuk kelompok usaha kecil agar dapat memproduksi sirup kelengkeng secara lebih masif dan berkelanjutan.

Ketua RW 02 Desa Sukorejo, menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa KKN yang telah membantu masyarakat dalam meningkatkan keterampilan dan ekonomi desa. 淜ami sangat berterima kasih kepada mahasiswa UNAIR yang telah memberikan pelatihan ini. Kami berharap inovasi seperti ini terus berkembang agar desa kami semakin maju, tutur ketua RW 02.

Melalui program ini, mahasiswa UNAIR tidak hanya memberikan ilmu baru kepada masyarakat, tetapi juga turut berkontribusi dalam pengembangan potensi ekonomi desa secara berkelanjutan. Dengan kreativitas dan inovasi, buah kelengkeng yang sebelumnya hanya menjadi hasil panen biasa kini bisa menjadi produk unggulan yang bernilai tinggi.

Penulis: KKN-BBK 5 Desa Sukorejo, Bungah, Gresik.

Editor: Yulia Rohmawati

AKSES CEPAT