51动漫

51动漫 Official Website

Dentolaser Mempercepat Penyembuhan Paska Ekstraksi Gigi

Ilustrasi gigi oleh Alodokter
Ilustrasi gigi (sumber: Alodokter)

Tindakan pencabutan gigi dilakukan ketika terjadi masalah pada sekitar mulut. Adanya bakteri, penyakit ataupun trauma pada daerah mulut menjadi penyebab dibutuhkannya pencabutan gigi ketika keberadaan gigi tidak dapat lagi dipertahankan. Pasca pencabutan gigi mempunyai konsekuensi terjadinya luka pada jaringan sekitar gigi yang dicabut, dimana akan menjadi masalah serius seperti peradangan, hingga infeksi yang diperlukan penanganan serius. Proses penyembuhan luka merupakan suatu proses yang kompleks dan dinamis terdiri dari fase inflamasi, proliferasi dan Remodeling, dimana masing-masing fase mempunyai mediator pendukung yang berperan. Proses penyembuhan luka juga dapat dibantu melalui terapi dengan menggunakan bahan kimiawi seperti antiseptik dan antibiotik. Fotobiomodulasi merupakan bentuk terapi  dengan memanfaatkan interaksi sumber cahaya dengan jaringan sehingga mampu mengaktifasi peningkatan Adrenosin Trifosfat (ATP) yang kemudian terjadi reaksi berantai sehingga mampu mebuat pembuluh darah baru dan meningkatkan jumlah fibroblas yang bertugas membuat matrix baru pada jaringan yang terluka.

Sumber cahaya laser merah dengan daya 3.32卤0.01mW dosis 3.5J dipaparkan kepada pasien paska ekstraksi gigi. Parameter yang diamati adalah Interleukin 1尾 (IL-1尾), Prostaglandin E2 (PGE2), Human Beta defensin2 (HBD2) serta Gingival Index (GI). Berdasarkan hasil pengujian sampel saliva menggunakan Uji enzyme-linked immunosorbent (ELISA) pada parameter Interleukin 1尾 (IL-1尾), Prostaglandin E2 (PGE2), Human Beta defensin2 (HBD2) menunjukan adanya beda bermakna antara kelompok kontrol dan kelompok terapi Hasi Uji  Independent-Sample T Test membandingkan bagaimana kemampuan fotobiomodulasi laser merah pada panjang gelombang 650nm dengan kelompok tanpa pemberian terapi fotobiomodulasi pada hari ke-1, hari ke-3 dan hari ke-5 menunjukan 伪<0,05 yang mengartikan bahwa hubungan antara dua kelompok tersebut mempunyai perbedaan bermakna sedangkan pada pengamatan nilai Gingival Index (GI) mengungkapkan adanya perbedaan nilai Gingival Index pada proses penyembuhan luka dengan menggunakan terapi fotobiomodulasi laser merah pada panjang gelombang 650nm ini di buktikan dengan pengujian menggunakan metode Mann-Whitney U pada hari ke 1 di dapatkan nilai p=0.317 yang artinya tidak ada beda makna antara kelompok kontrol dan kelompok terapi, namun Pada hari ke3 di dapatkan nilai p=0.01 yang berarti terdapat perbedaan bermakna pada kelompok kontrol dan kelompok terapi. Pada hari ke 5 di dapatkan nilai p=0.034 yang artinya terdapat perbedaan bermakna pada kelompok kontrol dan kelompol terapi.

Pada uji Hasil uji Enymed-Linked Immunosorbent menunjukan adanya penurunan Human 尾 defensin, Prostaglandin E2, interleukin-1尾 dan penurunan gingval index sehingga Sel imun lokal, termasuk makrofag residen, diaktifkan oleh mediator proinflamasi yang dilepaskan sebagai respons terhadap cedera yang berperan penting dalam proses percepatan wound healing. Hasil pengamatan dan pemeriksaan terhadap variabel penelitian yaitu kadar PGE2, IL 1 beta dan HBD-2 kelompok post ekstraksi sebelum dan setelah perlakuan paparan dentolaser diambil dari sampel saliva dengan metode ELISA. Hasil penelitian meninjukkan adanya perbaikan signifikan berdasarkan pengamatan gingival indeks (GI) yang menunjukkan penyembuhan pada hari ke-3 atau hari ke-5.

Penulis : Suryani Dyah Astuti, Roichatun Nashicah

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:

AKSES CEPAT