51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Deskripsi Tingkat Stress, Aktifitas Fisik, Status Gizi dan Tekanan Darah pada Remaja

Foto oleh experto.de

Tekanan darah saat remaja merupakan salah satu prediktor paling kuat untuk memprediksi tekanan darah saat dewasa. Tulisan para peneliti di jurnal internasional pada tahun 2017-2018 menuliskan bahwa remaja dengan hipertensi memiliki kemungkinan lebih besar mengalami hipertensi persisten saat dewasa. Periode pubertas saat remaja, yaitu usia 11“19 tahun, memiliki hubungan yang signifikan dalam meningkatkan risiko terjadinya 3 hipertensi saat dewasa. Oleh karena itu, masa remaja merupakan usia kritis untuk mengendalikan tekanan darah agar dapat mengurangi risiko hipertensi di kemudian hari.

Studi observasional deskriptif dengan desain studi cross sectional. Populasi penelitian adalah semua remaja di Madrasah Aliyah kabupaten Gresik Jawa Timur dengan besar sampel 70 remaja yang diambil secara simple random sampling. Pemgukuran aktivitas fisik menggunakan kuesioner dari FAO/WHO/UNU, pengukuran tingkat stres menggunakan The Student Stress Scale. Pengukuran tekanan darah menggunakan tensimeter aneroid merk GEA Medical. Pengukuran berat badan serta tinggi badan menggunakan pengukur merk OneMed

Remaja yang menjadi subyek penelitian, sebagian besar memiliki tekanan darah normal (88,6%), berstatus gizi normal (81,4%), kurang beraktivitas fisik (94,3%), mengalami tingkat stres sedang (70%). Status gizi ternyata berhubungan dengan tekanan darah pada remaja. Remaja dengan status gizi normal, cenderung memiliki tekanan darah yang normal, sedangkan remaja dengan status gizi gizi cenderung hipertensi. Dengan hasil tersebut, maka pihak sekolah disarankan mengedukasi siswa dalam manajemen stres dan mengoptimalkan pendidikan olahraga siswa.

Penulis             : Fariani Syahrul dan Qurrotu ˜Ainiy Binti Abdul Malik

Dimuat di        : Preventif: Jurnal Kesehatan Masyarakat

                          Volume 13 No 1 – 2022

AKSES CEPAT