Imunisasi adalah upaya peningkatan kekebalan tubuh agar terhindar dari penyakit, merupakan program prioritas Kementerian Kesehatan dalam rangka menurunkan angka kematian dan kesakitan anak, khususnya terkait Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I). Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) bagi bayi (usia<12 bulan) terdiri dari 1 dosis vaksin Hepatitis B (HB 0) dan BCG, 3 dosis vaksin DPT-HB-Hib (Pentavalen), 4 dosis vaksin Polio dan 1 dosis Inactivated Polio Vaccine (IPV), serta 1 dosis vaksin Campak. Imunisasi tersebut dilakukan untuk mencegah penyakit Hepatitis B, Poliomyelitis, Tuberkulosis, Difteri, Pertusis, Tetanus, Pneumonia, Meningitis yang disebabkan oleh Hemophilus Influenza tipe b (Hib), dan Campak.
Studi observasional deskriptif dengan desain studi cross sectional bertujuan untuk menganalisis korelasi antara pendidikan ibu dan sumber informasi dengan status imunisasi dengan subyek penelitian (total populasi di suatu kelurahan adalah baduta sejumlah 59 orang. Analisis data dengan uji korelasi spearman, guna mengetahui kekuatan hubungan antar variabel.
Sangat memprihatinkan, ternyata sebagian besar anak baduta tersebut, memiliki status imunisasi tidak sesuai dengan usia. Salah satu informasi kesehatan yang seharusnya para ibu peroleh adalah terkait efek samping pasca imunisasi. Semakin banyak sumber informasi yang ibu peroleh, maka kesesuaian status imunisasi pada anak baduta juga akan meningkat. Hasil analisis data menunjukkan bahwa semakin tinggi pendidikan ibu, maka kesesuaian status imunisasi pada baduta juga akan meningkat. Ibu dengan latar belakang pendidikan yang baik cenderung lebih menyadari pentingnya imunisasi, lebih mudah menerima ide baru dan modern, lebih percaya diri dalam membuat keputusan untuk kesehatan keluarganya termasuk pada anak, dan lebih terampil dalam memperoleh informasi kesehatan.
Penulis : Fariani Syahrul dan Karlina
Dimuat di : Preventif: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Volume 13 No 1 – 2022





