Pandemi COVID-19 tidak hanya menjadi tantangan global bagi dokter, tetapi juga bagi perawat yang berada di garis depan perawatan pasien. Sebagai tenaga medis yang memberikan layanan 24 jam penuh, perawat memiliki peran vital dalam menentukan asuhan keperawatan yang tepat. Diagnosis keperawatan yang akurat menjadi kunci agar pasien COVID-19 dapat pulih lebih cepat dan komplikasi dapat dicegah.
Analisis Diagnosis Pasien COVID-19 di Jawa Timur
Penelitian ini menganalisis diagnosis keperawatan pasien COVID-19 yang dirawat di ruang isolasi dan ICU di RSUD dr. Soegiri Lamongan, Jawa Timur. Sebanyak 296 pasien yang terkonfirmasi positif melalui tes PCR menjadi sampel penelitian yang dilakukan pada Februari hingga Agustus 2021. Data diperoleh dari rekam medis dan ditabulasi menggunakan Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI) untuk mengidentifikasi pola tanda dan gejala.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien COVID-19 di ruang isolasi paling sering mengalami demam dan batuk. Sedangkan pasien di ICU lebih banyak mengalami sesak napas. Dari hasil analisis, diagnosis keperawatan yang paling umum meliputi hipertermia, bersihan jalan napas tidak efektif, gangguan pertukaran gas, defisit perawatan diri, gangguan ventilasi spontan, risiko syok, dan gangguan sirkulasi spontan. Beberapa pasien juga menunjukkan tanda-tanda mual, diare, serta risiko defisiensi nutrisi dan perfusi serebral tidak efektif.
Panduan Penting bagi Praktik Keperawatan
Temuan ini menegaskan pentingnya peran perawat dalam skrining, penilaian awal, serta pemantauan lanjutan di ruang rawat inap maupun ICU. Dengan mengenali pola diagnosis yang paling sering muncul, perawat dapat menyusun rencana perawatan yang lebih individual dan tepat sasaran. Selain itu, data hasil penelitian ini dapat digunakan untuk memperkuat standar asuhan keperawatan berbasis bukti. Khususnya untuk pasien dengan infeksi menular seperti COVID-19.
Penelitian ini juga memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan praktik keperawatan di Indonesia. Dengan pemahaman yang lebih baik terhadap diagnosis keperawatan yang sering muncul, tenaga medis dapat membuat keputusan klinis lebih cepat dan meningkatkan kualitas pelayanan di tengah situasi pandemi.
Penulis: Joko Susanto, S.Kep., Ns., M.Kep.
Informasi lengkap hasil penelitian ini dapat dibaca pada artikel:





