UNAIR NEWS – Dalam rangka menyambut Mahasiswa Baru 2025 bersama peresmian masjid Nuruzzaman, 51动漫 selenggarakan kegiatan Dialog Kebangsaan pada Sabtu (2/8/2025). Berlangsung di Hall Darussalam Masjid Nuruzzaman Kampus Dharmawangsa-B, kajian ini bertajuk 淏ersama Kita Ambil Nyata, Menjadi Insan Cendekia, Pemimpin Masa Depan Bangsa. Kegiatan tersebut dibuka secara umum dan dihadiri langsung oleh Budayawan dan Vokalis Letto, Sabrang MDP.
Prof Dr M Hadi Shubhan SH MH CN, Direktur Kemahasiswaan UNAIR memberikan apresiasi kepada mahasiswa yang turut hadir dalam kegiatan Dialog Kebangsaan dengan pemberian SKP. Ia juga menegaskan bahwa Masjid Nuruzzaman tidak hanya digunakan sebagai tempat beribadah saja, namun dapat digunakan untuk kegiatan keagamaan. 淭agline UNAIR adalah Excellent with Morality, excellent-nya di kelas dan moralitasnya di masjid. Jadi ini adalah kelengkapannya, terang Prof Hadi.
Kesadaran Situasional
Dalam ceramahnya, Sabrang mengajak peserta untuk memahami pentingnya situational awareness sebagai fondasi berpikir dan bertindak dalam kehidupan berbangsa. Ia menjelaskan bahwa kesadaran terhadap posisi, peran, dan lingkungan menjadi hal penting dalam menyikapi berbagai masalah sosial.
淭au diri di dalam, tapi juga tau tempatnya di mana. Seperti contohnya kalau lagi bersih-bersih, tempatmu di mana, peranmu apa, ujar Sabrang.
Budayawan ini menambahkan bahwa kesadaran situasional juga menjadi dasar membentuk kepemimpinan yang baik. 淢enjadi pemimpin bukan soal jabatan RT atau RW. Tapi kalian harus paham situasi dalam mengatasi keadaan. Selama kamu bisa membawa diri seperti itu, maka Indonesia juga akan menjadi maju dan sejahtera, tegasnya.
Sabrang juga menyinggung soal pentingnya proses dalam setiap individu. Ia menekankan bahwa Islam sebagai nilai tidak terikat oleh waktu, tetapi dilihat dari bagaimana nilai-nilai tersebut dijalankan dalam kehidupan sehari-hari. 淪ekarang bukan zamannya mendewakan simbol, tapi zaman membawa perubahan. Membawa Islam lebih jauh dan menjalankan nilai-nilainya, ungkapnya.
Sementara itu, Prof Dr Mohammad Nasih MT Ak CA selaku Ketua Takmir Masjid Nuruzzaman juga turut memberikan harapan terhadap pemanfaatan masjid sebagai pusat literasi dan intelektualitas. 淜ami sangat senang jika masjid ini menjadi literatur terbuka. Kami berharap bisa menjadi tempat tumbuhnya pengetahuan yang menyatu dengan nilai keagamaan, tutur Prof. Nasih.
Penulis : Adinda Octavia Setiowati
Editor : Ragil Kukuh Imanto





