51动漫

51动漫 Official Website

Direktorat Riset dan Inovasi UNAIR Bagikan Kiat Lolos Program Hilirisasi Riset Prioritas

Yanuardi Raharjo SSi MSc PhD saat memberikan sambutan pada kegiatan Innovation Forum: Expertise Capacity Building bagi Tim Pakar Pre-Feasibility Study (foto: Istimewa)
Yanuardi Raharjo SSi MSc PhD saat memberikan sambutan pada kegiatan Innovation Forum: Expertise Capacity Building bagi Tim Pakar Pre-Feasibility Study (foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Upaya 51动漫 (UNAIR) untuk mendukung penelitian internal dapat terlihat dari serangkaian kegiatan Airlangga Research Fund (ARF) pada Direktorat Riset dan Inovasi (DRI) WEEK. Kali ini, DRI WEEK melaksanakan Innovation Forum dengan tajuk Expertise Capacity Building bagi Tim Pakar Pre-Feasibility Study. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat (17/4/2026) di Ruang 301, gedung Kahuripan, Kampus MERR – C UNAIR.

Dalam sambutannya, perwakilan DRI, Yanuardi Raharjo SSi MSc PhD mengungkapkan bahwa para pakar yang hadir adalah aset 51动漫 untuk mendampingi penelitian internal lanjutan. Ia menegaskan bahwa UNAIR akan mendorong para pakar untuk berkompetisi di nasional. 淜ita bergerak bersama dan semangat bersama untuk menjadikan UNAIR lebih baik. Implamentasinya, dengan produk-produk inovasi yang nantinya tercipta agar semuanya dapat dihilirisasi dan bermanfaat bagi masyarakat, ungkapnya.

Tim Ahli Teknis Program Hilirisasi

Pada Innovation Forum, Prof Dra Ec Dyah Wulan Sari MEc Dev PhD selaku pembicara pertama menjelaskan bahwa program dorongan teknologi melalui pendampingan pakar adalah bentuk upaya UNAIR membantu mempercepat riset hilirisasi. Selain itu, Dyah memaparkan bahwa terdapat dua luaran utama dari program tersebut, yakni Purwarupa Laik Industri untuk peneliti dan Model Bisnis berupa Dokumen Rekomendasi Komersial untuk tim pengkaji. 

淧rogram ini hadir sebagai inisiatif strategis mempercepat hilirisasi hasil riset nasional menuju industri berbasis teknologi. Konkretnya, menjembatani kesenjangan riset dan komersialisasi, melalui dukungan penyusunan dokumen komersialisasi yang sistematis dan sesuai standar evaluasi nasional, jelasnya.

Lebih lanjut, Dyah menegaskan bahwa program pendampingan memiliki dua tujuan utama. Tujuan pertama ialah menjembatani hasil penelitian dan laboratorium ke industri agar lebih cepat dan siap berdampak, sekaligus mengurangi risiko kegagalan. Selain itu, program tersebut mendorong sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan industri agar hilirisasi selaras dengan kebijakan nasional dan mampu memperkuat daya saing ekonomi berbasis inovasi.

Kiat Lolos Hilirisasi Riset Prioritas

Sejalan dengan hal tersebut, pemateri kedua, Heru Pramono SPi MBiotech PhD menekankan kepada para pakar untuk memperhatikan tiga poin utama sebagai dasar penyetujuan penelitian lanjutan. Tiga poin utama tersebut, yakni desirability, vianility, dan feasibility. 淛adi harus diperhatikan betul, apakah penelitian yang sedang dilakukan sudah memenuhi ketiganya. Apakah penelitian sudah layak dan dapat memenuhi kebutuhan hilirisasi tersebut, pesannya.

Penulis: Putri Andini

Editor: Ragil Kukuh Imanto

AKSES CEPAT