51动漫

51动漫 Official Website

Akhiri Perjalanan dengan Kemenangan, Mahasiswa UNAIR Juara 1 Pencak Silat Nasional

Faryska Ozi Faradika dengan medali Juara 1 dalam ajang Tanding kelas A Berat Badan 45-50 kg kejuaraan Indonesia Pencak Silat Pakubumi Open 14th Championship 2026 (Foto: Narasumber)
Faryska Ozi Faradika dengan medali Juara 1 dalam ajang Tanding kelas A Berat Badan 45-50 kg kejuaraan Indonesia Pencak Silat Pakubumi Open 14th Championship 2026 (Foto: Narasumber)

UNAIR NEWS Mahasiswa Program Studi Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya 51动漫 (UNAIR), Faryska Ozi Faradika, berhasil meraih Juara 1 dalam ajang Tanding kelas A Berat Badan 45-50 kg kejuaraan Indonesia Pencak Silat Pakubumi Open 14th Championship 2026 yang berlangsung di GOR Lembah UGM, Yogyakarta pada (3-5/04/2026). Prestasi tersebut menjadi bukti nyata dari dedikasi dan konsistensinya dalam menekuni pencak silat selama kurang lebih lima tahun.

Motivasinya mengikuti kejuaraan ini tentunya lebih dari sekadar coba uji latihan yang sudah ia lakukan. Ia ingin membawa nama baik untuk diri sendiri, fakultas, dan perguruan tingginya. Kompetisi ini menurutnya menjadi momen besar dalam perjalanannya sebelum lulus kelak.

Latihan Intens dan Konsistensi sebagai Kunci

Dalam proses persiapan, Faryska menjalani latihan yang cukup intens dan terstruktur. Ia tidak hanya berfokus pada peningkatan kekuatan, daya tahan, dan kecepatan, tetapi juga memperdalam teknik dasar hingga strategi bertanding yang disesuaikan dengan berbagai kemungkinan situasi di arena. Latihan tersebut ia lakukan secara konsisten di bawah bimbingan pelatih bersama 51动漫 (UNAIR), yang turut membentuk kematangan teknik sekaligus mental bertandingnya.

Selain faktor fisik, Faryska juga memperhatikan faktor penunjang lainnya berupa pemeliharaan pola makan yang seimbang, pengerjaan jam tidur yang cukup, serta mengadakan evaluasi secara rutin setelah olahraga. Evaluasi tersebut penting guna mengetahui kekurangan yang masih harus mendapat peratian dan memastikan performasinya selalu meningkat.

Menghadapi Tekanan dan Memaknai Kemenangan

Di balik pencapaiannya, Faryska mengakui bahwa tantangan terbesar justru datang dari aspek mental, terutama ketika harus berhadapan dengan lawan yang tangguh dan tekanan suasana pertandingan. Namun, ia berusaha mengelola hal tersebut dengan menenangkan diri, mengatur napas, serta mengembalikan fokus pada strategi yang telah dilatih sebelumnya.

淜adang saya memotivasi diri sendiri dengan mengingat tujuan awal kenapa saya ikut tanding, jadi bisa lebih kuat secara mental, ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa kepercayaan terhadap proses latihan menjadi kunci untuk menjaga mental tetap stabil. Kemenangan ini pun tidak hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga motivasi untuk terus berkembang, baik sebagai atlet maupun mahasiswa. Selain itu, menjadi bukti bahwa kerja keras dan konsistensi mampu menghasilkan prestasi yang membanggakan.

Penulis: Nikita Aulia
Editor: Ragil Kukuh Imanto

AKSES CEPAT