51动漫

51动漫 Official Website

Gagas Hospital Without Walls, Dirut RSCM Jalani Ujian Doktor Terbuka di UNAIR

dr supriyanto bersama jajaran penguji dan promotor berfoto bersama (Foto: pribadi)

UNAIR NEWS – Direktur Utama Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta, dr Supriyanto Dharmoredjo SpB FINACS MKes jalani ujian doktor terbuka di UNAIR, Jumat (23/1/2026). Sebagai promovendus, ia memaparkan penelitiannya mengenai pengembangan model pelayanan kesehatan terintegrasi berbasis konsep Hospital Without Walls (HWW) dan Public Service Center (PSC) sebagai upaya penguatan sistem kesehatan nasional.

Dalam ujian terbuka itu, hadir jajaran pimpinan universitas, dewan penguji, promotor dan ko-promotor, akademisi, wakil gubernur Jawa Timur serta undangan dari berbagai institusi. Sejumlah jajaran kementerian. Termasuk menteri dan wakil menteri dari Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, serta Kementerian Pembangunan Manusia dan Kebudayaan turut memberikan tanggapan terhadap relevansi penelitian dengan agenda pembangunan kesehatan nasional tersebut.

Keberhasilan Implementasi Model HWW 

Dalam penelitiannya, dr Supriyanto menyoroti keberhasilan implementasi model Hospital Without Walls di RSUD Tulungagung yang mampu menjawab tantangan pelayanan kesehatan di daerah. Konsep Hospital Without Walls, ujarnya, memungkinkan rumah sakit memberikan layanan tidak hanya secara intra-hospital. Melainkan juga pada fase prarumah sakit dan pascarumah sakit melalui dukungan sistem informasi, kepemimpinan klinis, serta koordinasi lintas organisasi.

Model tersebut terbukti efektif dalam menangani kasus gawat darurat yang bersifat tidak terduga dan membutuhkan respons cepat. 淜onsep ini mengintegrasikan rumah sakit dengan sistem layanan kesehatan lainnya. Termasuk fasilitas kesehatan tingkat pertama dan kedua, yang memungkinkan pemisahan kasus darurat dan non-darurat sejak awal,” jelas dr Supriyanto.

淒engan memanfaatkan teknologi informasi dan sistem komunikasi yang kuat, kita dapat melakukan triase dan pengaturan alur pasien secara real-time, yang sangat penting dalam situasi kegawatdaruratan atau bencana, imbuhnya. 

Lebih lanjut, dr Supriyanto menekankan pentingnya peran kepemimpinan transformasional dalam implementasi model ini. Yang tidak hanya melibatkan tenaga medis, tetapi juga seluruh komponen organisasi kesehatan yang terlibat. Penguatan kolaborasi antarrumah sakit, puskesmas, dan dinas kesehatan daerah menjadi kunci untuk memastikan kelancaran layanan.

Dari hasil penelitiannya, dr Supriyanto juga mengusulkan agar model HWW ini dapat diterapkan lebih luas. Dimulai dengan penerapan di 1/3 rumah sakit di Indonesia. “Kami mengusulkan untuk memulai akselerasi penerapan model ini di 1/3 dari 514 kabupaten/kota yang ada di Indonesia. Penerapan ini harus dilakukan secara bertahap, dengan mempertimbangkan kesiapan daerah baik dari sisi regulasi, SDM, hingga anggaran daerah,” ungkapnya.

Para penguji dan menteri yang hadir sepakat bahwa penelitian ini memberikan kontribusi besar terhadap transformasi sistem layanan kesehatan di Indonesia. Model HWW serta PSC dapat menjadi solusi efektif untuk meningkatkan efisiensi, kecepatan, dan kualitas layanan kesehatan di seluruh wilayah Indonesia. Terutama di daerah-daerah terpencil.

Ujian Akhir Doktor Tahap II ini berakhir dengan penyerahan promosi doktor oleh jajaran civitas academica kepada dr Supriyanto. Prosesi ini dilakukan di hadapan para penguji dan undangan yang hadir, sebagai simbol keberhasilan promovendus dalam menyelesaikan pendidikan doktoral dan penelitian yang telah diakui oleh para ahli di bidangnya.

Penulis: Saffana Raisa Rahmania

Editor: Yulia Rohmawati

AKSES CEPAT