Pandemi Coronavirus 2019 (COVID-19) telah menjadi wabah Coronavirus terbesar sepanjang sejarah. Pandemi yang luas ini tentunya juga berdampak pada populasi yang rentan, yaitu Ibu hamil. Kehamilan sendiri merupakan suatu kondisi yang unik dimana terjadi berbagai adaptasi untuk memproteksi kehamilannya ini termasuk terjadinya toleransi imunitas. Perubahan ini menyebabkan meningkatnya dominasi sitokin T Helper 2 (Th2) dibandingkan Th1 yang berguna melindungi janin dari rejeksi sistem imun Ibunya. Namun disisi lain, menurunnya sitokin Th1 sebagai mekanisme pertahanan penting pada virus, dapat menyebabkan lebih mudahnya Ibu hamil mengalami komplikasi dan kematian ketika terpapar infeksi virus. Bedasarkan hal ini, dilakukan studi untuk melihat perubahan imunologi dan produksi sitokin secara spesifik pada kehamilan yang terinfeksi COVID-19 untuk dapat lebih memprediksi apakah kehamilan menjadi suatu faktor protektif atau sebaliknya semakin rentan akibat dari infeksi COVID-19 ini.
Saat ini data yang mendukung perbedaan produksi sitokin COVID-19 selama kehamilan masih terbatas, dengan temuan yang saling bertentangan, sebagian besar disebabkan oleh metodologi yang bervariasi .Berdasar hal ini, tim peneliti dari Departemen Obstetri dan Ginekogi, Fakultas Kedokteran, 51动漫 melakukan riset untuk membuktikan hipotesis tentang perubahan khusus dalam disregulasi imunitas untuk infeksi COVID-19 pada wanita hamil. Studi ini membatasi sampel hanya pada wanita hamil trimester ketiga yang sehat tanpa komplikasi obstetri atau non-obstetrik tambahan. Oleh karena itu, analisis respons imun dan profil sitokin wanita hamil yang diharapkan hanya diakibatkan oleh infeksi COVID-19 pada penelitian ini dapat membantu menilai kerentanannya (atau sebaliknya, mengidentifikasi faktor-faktor protektif) kehamilan pada infeksi COVID-19 akibat dari adanya adaptasi imunologi maternal
Penelitian ini menggunakan Studi kasus-kontrol dan dilakukan pada wanita hamil dengan COVID-19 bergejala di trimester ketiga, dibandingkan dengan kehamilan normal tanpa risiko inflamasi signifikan lainnya. Analisis antar grup dilakukan untuk menilai kemokin, sitokin inflamasi serta anti-inflamasi. Melalui analisis komparasi dan korelasi, penelitian ini menganalisis perbedaan antara sitokin-sitokin pada grup COVID-19 dan berdasarkan tingkat keparahan infeksi.
Pada penelitian ini didapatkan wanita hamil dengan COVID-19 memiliki kadar prokalsitonin (p <0,01), IL-6 (p = 0,05), TNF-伪, IFN-纬/IL-4 rasio (p <0,01) yang lebih tinggi, dan IL-4 lebih rendah (p <0,05). Hal ini menunjukkan adanya ketidakseimbangan sitokin proinflamasi yang lebih tinggi pada kelompok terinfeksi COVID-19 dibandingkan dengan kehamilan normal. Jumlah leukosit (p <0,05; r = 0,345), dan IL-17 (p <0,05; r = 0,328) memiliki korelasi positif yang lemah, sedangkan CRP (p <0,01; r = 0,484), dan IL-6 (p < 0,01; r = 0,41), memiliki korelasi positif sedang dengan keparahan Covid-19 selama kehamilan.
Temuan pada studi ini penting karena menunjukkan bahwa Infeksi COVID-19 menyebabkan respons antiinflamasi yang tidak dominan pada wanita hamil, ditunjukkan dengan respons Th2 yang lebih rendah, yang mungkin diakibatkan dalam upayanya untuk menetralkan respons Th1 yang ditunjukkan dengan tidak meningkatnya produksi IFN-纬. Disregulasi sitokin-sitokin ini dapat mengganggu mekanisme pertahanan virus, mengakibatkan kondisi proinflamasi seperti yang ditunjukkan oleh kadar TNF-伪, IL-6, dan rasio IFN-纬/IL-4 yang lebih tinggi. Beberapa penanda peradangan memiliki korelasi positif dengan tingkat keparahan COVID-19 (WBC, CRP, IL-6, dan IL-17), menunjukkan peran potensial mereka sebagai penanda tingkat keparahan selama kehamilan.
Penulis: Manggala Pasca Wardhana, Erry Gumilar Dachlan, Kuntaman Kuntaman, Budi Utomo, Ifan Ali Wafa, Salsabila Nabilah Rifdah, Dharma Putra Perjuangan Banjarnahor, Ario Danianto
Untuk informasi lebih lanjut bisa melalui link berikut:
https://jppres.com/jppres/pdf/vol11/jppres23.1583_11.5.723.pdf





