UNAIR NEWS Penyakit kanker memang sudah terdengar tidak asing di telinga masyarakat. Kanker merupakan penyakit yang disebabkan oleh neoplasma atau tumor bersifat ganas berupa benjolan tidak normal dalam tubuh manusia.
Menurut Dosen Fakultas Kedokteran 51动漫 (UNAIR) Dyah Fauziah dr SpPA (K), masyarakat seringkali menyamakan istilah kanker dan tumor. Padahal, tidak semua jenis tumor dikatakan kanker karena terdapat tumor yang sifatnya jinak dan tumor yang diakibatkan infeksi atau faktor lain.
淪ebetulnya kalau suatu tumor itu terjadi karena pertumbuhan sel yang abnormal atau kita sebut dalam medis neoplasma yang bersifat jinak atau ganas, jelas dr Dyah dalam program Dokter UNAIR TV, Jumat (13/1/2023).
Ia juga memaparkan bahwa penyebab setiap kanker umumnya berbeda dan multifaktor bisa karena genetik atau keturunan, gaya hidup tidak sehat, dan sebagainya. Penyakit kanker yang telah memasuki stadium akhir dapat menyebar ke organ lain dalam tubuh dan berpotensi menimbulkan komplikasi hingga merenggut nyawa.
Prosedur Pemeriksaan Patologi Anatomi untuk Diagnosis Kanker
Dokter spesialis patologi anatomi ini menyebut ada tiga tahap pemeriksaan diagnosis kanker yaitu klinik, radiologi, serta patologi. Prosedur pemeriksaan patologi anatomi bertujuan untuk mengetahui apakah suatu benjolan merupakan neoplasma atau bukan melalui Fine Needle Aspiration Biopsy (FNAB) dan pemeriksaan jaringan tumor maupun bukan jaringan yang berbentuk cairan (sitologi).
Lamanya hasil pemeriksaan tergantung dari jenis dan kasus yang dialami pasien, namun pemeriksaan FNAB diakui dr Dyah lebih cepat daripada pemeriksaan jaringan. Selain itu, pemeriksaan patologi anatomi tidak menimbulkan efek samping pada tubuh.
Peranan Pemeriksaan Patologi Anatomi pada Penanganan Kanker
Lebih lanjut, dr Dyah menjelaskan pasien yang telah didiagnosis mengidap kanker perlu melakukan pemeriksaan lanjutan untuk menentukan faktor prognosis (perkembangan penyakit dalam tubuh) sekaligus faktor prediktif (terapi dan pengobatan yang cocok bagi penderita). Pemeriksaan ini meliputi monokuler, imunohistokimia hingga Polymerase Chain Reaction (PCR) guna mendeteksi ada tidaknya mutasi gen pada kanker tertentu seperti kanker paru dan kanker ovarium.
Peran patologi anatomi tidak hanya untuk penyakit kanker, tetapi juga mengetahui benjolan yang diakibatkan oleh infeksi bakteri, infeksi saluran pencernaan, bahkan kelainan kulit yang sifatnya neoplasma. Saat ini, biaya pemeriksaan patologi anatomi di rumah sakit pemerintah sudah ditanggung BPJS Kesehatan, kecuali pemeriksaan PCR.
Pada akhir, dr Dyah menyebut peran patologi anatomi dalam mendeteksi penyakit kanker sangat vital. Ketika seseorang merasakan ada benjolan yang tidak normal di tubuh harus segera periksa sebab semakin awal diagnosis kanker, maka semakin baik penanganannya.
淒alam mewaspadai kanker, kita harus mengenali diri kita, mewaspadai diri kita, dan saya rasa penting sekali bagi kita untuk mempunyai gaya hidup yang sehat. Deteksi dini juga penting, misalnya pada kanker payudara dengan pemeriksaan SADARI, pesannya.
Penulis: Sela Septi Dwi Arista
Editor: Nuri Hermawan





