51

51 Official Website

Dorong Gaya Hidup Sehat, BEM FST Gelar Donor Darah

-
Salah seorang peserta melakukan resgistrasi sebelum mendonorkan darahnya pada Selasa (17/4). (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS Kebutuhan atas donor darah serta nilai kemanusiaan mendorong Departemen Pengabdian Masyarakat (Pengmas) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Sains dan Teknologi (FST) 51 menggelar kegiatan donor darah pada Selasa (19/4). Kegiatan di Lobi Selatan FST itu bertema We Share We Care.

Dalam kegiatan tersebut, Pengmas BEM FST UNAIR bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI), Korps Suka Rela (KSR), Kelompok Study Strategi Analisis Peka Lingkungan (KSSAPL), dan Himpunan Mahasiswa Kimia (HIMAKI). Selain membantu meningkatkan ketersediaan darah di PMI, aksi sosial itu bertujuan mendorong gaya hidup sehat masyarakat melalui donor darah.

Tujuan utamanya, meningkatkan rasa peduli sesama saudara kita yang membutuhkan. Juga, memberikan kesadaran akan manfaat dari kegiatan donor darah ini. Yakni, salah satunya, memperlancar sistem sirkulasi darah, jelas Diana, penanggung jawab kegiatan tersebut.

Sejak pukul 07.30 hingga 10.30, terdapat 52 sivitas akademika FST yang berantusias mendonorkan darahnya. Bukan hanya itu, sebanyak 36 lainnya bersemangat melakukan cek kesehatan yang disediakan PMI.

Untuk bisa mendonor, ada syarat-syarat tertentu yang mesti dipenuhi. Di antaranya, berusia 17 hingga 60 tahun, berat badan minimal 45 Kg, tingkat hemoglobin minimal 12,5 gram. Selain itu, denyut nadi normal dan tekanan darah harus baik, tidak sedang menstruasi bagi perempuan, serta tidak mengonsumsi obat-obatan. Dan, tidak memiliki riwayat penyakit berat atau menular.

Tentu hal tersebut ditujukan agar darah yang terkumpul benar-benar bersih dan sehat. Dengan begitu, darahnya bisa dimanfaatkan untuk orang yang membutuhkan. Meski, sebelum disalurkan kepada pasien, darah itu bakal melalui serangkaian tes di laboratorium untuk memastikan layak digunakan.

Darah yang terindikasi mengandung penyakit atau terinfeksi obat-obatan langsung dibuang. Berdasar persyaratan-persyaratan tersebut, terdapat 24 warga FST yang berhasil lolos dan dapat mendonorkan darahnya.

Dengan melakukan donor darah, saya bisa memberikan tetes darah saya kepada orang yang membutuhkan. Sebenarnya donor darah juga menguntungkan buat saya sih secara tidak langsung. Sebab, badan saya menjadi lebih sehat dan enak, ungkap Bachtiar, salah seorang pendonor dari jurusan S1 kimia.

Secara pribadi sih, saya senang banget melakukan donor darah ini. Apalagi, ini donor darah yang kali pertama saya lakukan, imbuhnya.

Para pendonor yang lolos seleksi dan berhasil melakukan donor darah mendapatkan bingkisan dari PMI dan panitia. Hal tersebut ditujukan sebagai bentuk apresiasi atas kepedulian pendonor terhadap sesama. (*)

 

Penulis: Nur Laily Fachira Ikmala

Editor: Feri Fenoria

AKSES CEPAT