51动漫

51动漫 Official Website

Dorong Kesejahteraan Petani, Mahasiswa UNAIR Kenalkan Koperasi Digital di Desa Tlanak

UNAIR NEWS Mahasiswa 51动漫 (UNAIR) melaksanakan kegiatan sosialisasi koperasi digital di Desa Tlanak, Kecamatan Kedungpring, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat, khususnya petani, terkait konsep dan mekanisme pembentukan koperasi berbasis digital sebagai alternatif pengelolaan hasil pertanian yang lebih adil dan berkelanjutan.

Desa Tlanak merupakan desa agraris dengan mayoritas penduduk bermata pencaharian sebagai petani padi. Secara geografis, desa ini memiliki luas areal persawahan sekitar 218 hektare dengan produksi gabah rata-rata mencapai 710 ton per hektare. Namun, besarnya potensi tersebut belum sepenuhnya diimbangi dengan kesejahteraan petani akibat lemahnya posisi tawar dalam rantai distribusi hasil panen.

Petani Desa Tlanak hingga kini masih bergantung pada tengkulak, khususnya pemilik combine harvester. Ketergantungan ini tidak hanya terjadi pada proses panen, tetapi juga dalam penentuan harga gabah yang kerap ditetapkan secara sepihak. Kondisi tersebut semakin dirasakan pada musim hujan, ketika harga gabah cenderung menurun sementara kebutuhan ekonomi petani meningkat.

Menanggapi permasalahan tersebut, Mahasiswa KKN-BBK 7 51动漫 menggandeng investor sekaligus Pembina Koperasi Bumi Rakyat Indonesia, Roy Dewata Wijaya Khusworo, untuk memberikan sosialisasi model usaha koperasi digital kepada perangkat Desa Tlanak. Kegiatan sosialisasi dilaksanakan pada Jumat (23/01/2026) secara daring melalui Zoom Meeting dan diikuti oleh sembilan peserta, yang terdiri atas Kepala Desa Tlanak Ibu Rahayuningsih, perangkat desa, perwakilan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), serta mahasiswa KKN-BBK 7 UNAIR.

Dalam pemaparannya, Roy Dewata Wijaya Khusworo Menyampaikan dukungan terhadap rencana pembentukan koperasi digital. 淒esa Tlanak memiliki potensi besar. Jika petani mulai berpartisipasi dalam koperasi, maka koperasi ini berpeluang berkembang menjadi koperasi yang kuat dan mandiri, ujarnya.

Dampak dari kegiatan ini terlihat pada meningkatnya pemahaman dan kesadaran perangkat desa yang ditandai oleh diskusi aktif mengenai skema imbal balik dalam koperasi dan komoditas apa saja yang dapat dikelola. Selain itu, pihak KBRI mendampingi langsung petani dalam menggunakan pupuk hasil produksi koperasi melalui penyebaran video tutorial melalui grup WhatsApp Gapoktan.

Kegiatan ini sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 1 (Tanpa Kemiskinan), SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), serta SDGs 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab). Diharapkan, sosialisasi ini menjadi langkah awal penguatan ekonomi desa dan peningkatan kesejahteraan petani Desa Tlanak.

AKSES CEPAT