51动漫

51动漫 Official Website

Dorong Prestasi Akademik, BEM UNAIR Adakan Pelatihan Menulis Esai

Atsir Alma Dinisa SKep saat menjelaskan materi pada kegiatan Airlangga Mentoring Room Volume 2. (Foto: Istimewa)
Atsir Alma Dinisa SKep saat menjelaskan materi pada kegiatan Airlangga Mentoring Room Volume 2. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Sebagai upaya menjaga iklim persaingan akademik yang sehat, 51动漫 (UNAIR) melalui Kementerian Riset dan Kelimuan (BEM) menggelar Airlangga Mentoring Room Volume 2. Kegiatan itu membahas mengenai penulisan esai dengan tujuan memberikan bekal mahasiswa mengenai teknik kepenulisan esai yang efektif.

Kegiatan tersebut berlangsung pada Minggu (21/9/2025) di Gedung Nano, Kampus MERR-C, UNAIR dengan menghadirkan Atsir Alma Dinisa SKep sebagai pemateri tunggal. Alma menyampaikan bahwa mahasiswa perlu memahami pengertian dasar dari esai itu sendiri sebelum mulai menyusunnya. 

Esai merupakan suatu cara mengungkapkan pendapat dan gagasan terhadap fenomena yang tengah ramai menjadi perbincangan masyarakat luas. 淜alau temen-temen mau ikut lomba esai biasanya ada 7-15 halaman tergantung panduan lomba yang diikuti. Kadang ada yang mensyaratkan sepuluh halaman, kalau tidak ada syarat kita boleh lebih dari itu, tetapi jangan panjang-panjang karena esai itu hanya mencakup tiga struktur, ujar Alma.

Esai memiliki tiga struktur utama yaitu pendahuluan, isi, dan penutup. Bagian pendahuluan memuat masalah atau isu yang akan dibahas, skala data statistik untuk pendukung, kronologi masalah untuk menjelaskan urgensi pembahasan, dan solusi penyelesaian masalah. Untuk memudahkan dalam mengingat, Alma mencetuskan rumus MSKS (masalah, skala, kronologi, solusi).

Alma juga menjelaskan bagian isi. Bagian ini memuat uraian mendetail tentang gagasan yang ditawarkan sebagai solusi permasalahan, metode pelaksanaan, analisis SWOT (strength, weakness, opportunity, threat), daftar calon mitra yang berpotensi bekerja sama, rencana keberlanjutan, hingga visual pendukung.

Bagian terakhir, penutup, umumnya berisikan kesimpulan sekaligus penegasan ulang mengenai pentingnya penggunaan alternatif solusi yang diajukan untuk mengatasi permasalahan. “Jangan lupa untuk memberikan rekomendasi kebijakan, harapan, dan akhiri dengan kalimat yang kuat. Misalnya kaitkan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) atau Indonesia Emas 2045. Umumnya penutup ini hanya setengah halaman,” ucap Alma.

Mengingat judul ikut berperan dalam menentukan kesan pertama ketika penjurian, Alma juga membagikan tips penyusunannya. Menurutnya, judul tidak diperkenankan terlalu umum, harus mengungkap gagasan secara spesifik dan menarik.

“Tentunya sebelum membuat judul, kita harus tahu tema apa yang akan kita gunakan untuk lomba esai. Kemudian menentukan subtema atau kata kunci yang relevan dengan esai. Teman-teman juga perlu menyiapkan beberapa opsi judul,” tuturnya.

Ada strategi khusus yang bisa mahasiswa lakukan untuk menorehkan prestasi dalam perlombaan esai. Salah satunya adalah pandai memilih jenis perlombaan sesuai dengan beberapa pertimbangan seperti biaya, jarak lokasi, linimasa, penyelenggara, seleksi, dan skala. Selain itu, pemilihan rekan dan dosen pendamping turut menentukan keberhasilan dalam perlombaan. 

“Di sini kalian bisa menyesuaikan kebutuhan ya, kalau idenya tentang kesehatan ajak teman dari program studi kesehatan. Begitupun jika lombanya seputar teknologi, ajak dari rumpun teknik,” ungkap Alma.

Alma juga menegaskan bahwa ide lomba esai harus menunjukkan kebaruan. “Ide itu harus kekinian dan terbaru, kemudian harus menawarkan novelty dan berbobot daripada ide yang sudah ada sebelumnya,” pungkasnya.

Penulis: Selly Imeldha

Editor: Khefti Al Mawalia

AKSES CEPAT