51

51 Official Website

Dosen FIB UNAIR Lakukan Riset dan Kolaborasi Internasional di Jepang dan Korea

Bergerak dan Berdampak adalah slogan yang akhir-akhir ini banyak kita dengarkan di kalangan akademisi 51. Seluruh civitas academica Unair mendukung penuh misi tersebut. Salah satunya adalah Antonius R. Pujo Purnomo, Ph. D; dosen Prodi Studi Kejepangan FIB Unair.

Dalam 2 minggu, tepatnya di akhir Oktober hingga awal November 2023 ia menghadiri dua pertemuan internasional dan satu kegiatan riset di luar negeri. Konferensi pertama adalah The 7th International Academic Conference yang diselenggarakan oleh East Asian Consortium for Japanese Studies (EACJS) pada tanggal 3-5 November 2023 di Tokyo University of Foreign Studies (TUFS). Dosen yang akrab dipanggil dengan Anton Sensei oleh para mahasiswanya ini mempresentasikan penelitiannya tentang penyair-penyair Indonesia yang tersisihkan di Zaman Pendudukan Jepang (1942-1945). Di antaranya adalah Chairil Anwar, Rivai Pain, dan Asrul Sani. Sebagai contoh, karya-karya puisi Chairil Anwar sering menyuarakan individualisme dan penentangan terhadap belenggu penguasa sehingga tak satupun karyanya yang dimuat dalam majalah Djawa Baroe dan Pandji Poestaka sebagai wadah propaganda Jepang saat itu. Presentasi ini dihadiri oleh banyak akademisi dari Jepang, Korea, dan China yang tertarik dengan tema media dan kesusastraan di Zaman Penjajahan Jepang.

Konferensi kedua yang dihadiri adalah The 7th World Humanities Forum yang diselenggarakan oleh National Research Foundation of Korea (NRF) atas dukungan penuh dari United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO). Keikutsertaan Antonius dalam konferensi yang dihadiri oleh para akademisi dari 13 negara ini adalah undangan dari panitia dan merupakan satu-satunya wakil dari Asia Tenggara. Dalam pertemuan akademik ini dia mempresentasikan tentang transformasi semangat gotong-royong di masa pandemic Covid-19 di kalangan mahasiswa (dengan studi kasus mahasiswa FIB Unair). Dia menyoroti bahwa sebagian besar mahasiswa bangga mewarisi semangat gotong-royong ini sebagai ciri khas bangsa Indonesia. Meskipun Sebagian kecil dari responden masih memahami bahwa bentuk gotong-royong adalah hanya semacam kerja bakti di lingkungan masing-masing, namun aktifitas mereka dalam menggalang dana secara daring dan menyalurkannya secara nyata telah membuktikan bahwa semangat ini telah bertransformasi dan menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Hal lain yang ditekankan oleh Antonius ketika menanggapi pertanyaan dari seorang editor penerbitan Korea adalah bahwa semangat tolong-menolong berdasarkan rasa simpati dan empati ini adalah natural dan universal. Dengan kata lain suku bangsa lain juga memiliki konsep semacam ini.

Kegiatan lain yang tak kalah penting adalah riset Antonius tentang konsep omotenashi masyarakat Jepang dalam memberikan pelayanan sepenuh hati. Dalam kegiatan riset yang dilakukan di Kyoto dan Tokyo di akhir Oktober lalu, ia ingin menggali lebih dalam apakah memungkinkan konsep pelayanan sepenuh hati ala bangsa Jepang ini diterapkan dalam industri pariwisata Indonesia. Penelitian ini dibiayai sepenuhnya oleh Unair setelah ia memenangkan hibah penelitian SATU JRS 2023.

Saya harap keterlibatan saya sebagai salah satu akademisi FIB Unair dalam kolaborasi riset internasional seperti ini tidak hanya berdampak bagi dunia keilmuan namun juga berdampak bagi pengakuan dunia terhadap kualitas riset Unair di bidang sosial dan humaniora katanya menutup dialog singkat.

Penulis: Antonius R. Pujo Purnomo

AKSES CEPAT