UNAIR NEWS – Penanganan anak jalanan menjadi buah bibir yang tidak ada habisnya. Hal itu tidak lain disebabkan karena penanganan yang tidak sesuai dengan tujuan berkelanjutan. Hal tersebut tertuang dalam Sustainable Development Goals (SDGs). Dalam salah satu poin keempat, SDGs menjamin kualitas pendidikan yang inklusif dan merata serta meningkatkan kesempatan belajar sepanjang hayat untuk semua.
Menyadari hal tersebut, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM FEB) 51动漫 menggelar puncak kegiatan Pengabdian masyarakat bertajuk Social Action. Kegiatan tahunan itu mengangkat tema 淐hanging the Mindset, Bringing the Welfare of Street Children yang dilaksanakan pada Minggu (5/11/2023) di Multifunction Room Star, BG Junction Surabaya.
Kepada pihak UNAIR NEWS, Yuliana Evitasari selaku koordinator acara kegiatan menuturkan Social Action itu di awal pertemuan memberikan kelas merajut asa yaitu pembelajaran menjaga lingkungan dan menabung. Selaras dengan komitmen UNAIR dalam memberikan dampak positif kepada masyarakat melalui keilmuan yang dimiliki, para mahasiswa membuktikan bahwa aksi nyata yang mereka lakukan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
淔aktor utama dari anak jalanan adalah kondisi perekonomian yang kurang dan akses pendidikan yang tidak memadai, tutur Yuliana.
Pembinaan Kepada Anak Jalanan
Menurutnya, kegiatan itu dilatarbelakangi oleh oleh fenomena anak jalanan yang menjadi potret pilu di Indonesia. Pasalnya, setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan. Dampaknya pun memengaruhi jangka panjang bagi masa depan anak tersebut. Anak-anak masih masa perkembangan, jadi masih perlu dalam pengawasan dan arahan.
Kolaborasi bersama komunitas Save Street Child Surabaya, Social action membina di kisaran dari usia anak Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP). Yuliana menilai antusias dari 35 anak jalanan cukup tinggi, terlihat dari keceriaan mengikuti semua rangkaian acara sampai akhir.Kegiatan itu diisi dengan penampilan pensi dan penyaluran donasi.
Usai kegiatan tersebut, harapannya kepedulian terhadap anak jalanan harus lebih ditingkatkan mulai dari peran orang tua sampai masyarakat sekitar. Pembelajaran dan pembinaan yang diberikan dapat membuka peluang yang lebih baik dalam hidup, mengubah arah kehidupan mereka, dan kesempatan untuk menjadi warga yang produktif dan bertanggung jawab dalam masyarakat.
淪emoga pengmas ini dapat memberikan pendidikan nonformal dan bisa menjadi sarana memotivasi anak jalanan untuk meningkatkan awareness dalam pendidikan yang layak, jelasnya.
Penulis: Mutiara Rachmi Karenina
Editor: Khefti Al Mawalia





