UNAIR NEWS Dosen Fakultas Kedokteran 51动漫 Dr dr Hermanto Tri Joewono Sp OG(K) menjelaskan perkembangan otak di dalam rahim merupakan momen luar biasa, bahkan ada yang menjuluki window of opportunity atau jendela peluang untuk tumbuh kembang otak dalam rahim manusia. Mulai dari neurulasi primer, sekunder, kemudian proliferasi, migrasi, diferensiasi, mielinasi, kemudian sinaptogenesis.
Menurutnya, jumlah neuron dan kualitas sinaptogenesis menentukan yang disebut kecerdasan. Hal ini sering dimanfaatkan untuk memproses informasi, menciptakan sesuatu yang baru dan lainnya. Jadi, misalnya anak-anak sudah distimulasi dan dilengkapi asupan nutrisi, namun tidak ditingkatkan potensi dan pendidikannya menjadi tidak tepat.
淜ondisi ibu hamil seharusnya dalam kondisi sehat, apabila memiliki penyakit psikis atau diabetes, obesitas, hipertiroid, kemudian lingkungan yang tidak mendukung termasuk berada dalam perang, bencana alam lebih baik tidak melakukan program hamil terlebih dahulu. Hal itu masuk dalam ranah free conceptual counseling, artinya sebelum hamil dapat mengambil konseling, paparnya dalam Dokter Edukasi: Pengaruh Musik Terhadap Kecerdasan Pemilik Masa Depan, pada Jumat sore (12/08/2022).
Selain itu, banyak faktor yang mempengaruhi kecerdasan otak termasuk nutrisi dan stimulasi yang diberikan kepada janinnya. Nutrisi biasanya dianggap ibu hamil mengkonsumsi pola makan 2 orang, melainkan asupan nutrisinya harus dilengkapi. Stimulasi juga termasuk bayi dalam janin diajak bicara, membacakan cerita, dan suara ibu termasuk jenis stimulasi yang paling bagus untuk didengar.
Spesialis Ilmu Kebidanan tersebut menyebutkan semua panca indra tumbuh bersamaan, khususnya telinga termasuk indra yang paling sempurna dalam usia kehamilan 18 minggu. Bayi dalam janin yang mendengar dengan baik dapat menstimulasi kecerdasan otaknya.
淏iasanya diberikan stimulasi khusus auditorik mulai minggu ke 18 sampai 20 sekitar 5 bulan. Stimulation ini paling efektif dibandingkan cahaya atau gerakan, suara yang memiliki frekuensi antara 5.000 – 8000 Hz, ketukannya 60-80 bertahap menghasilkan parameter kecerdasan secara laboratoris telah diperoleh pada musik klasik, ujarnya dalam Dokter UNAIR TV yang dapat diakses melalui YouTube.
Penulis: Balqis Primasari
Editor: Nuri Hermawan





