UNAIR NEWS Emosi sering merujuk kepada sesuatu hal yang negatif. Tak jarang emosi yang berlebihan bisa memicu hal yang tidak diinginkan terjadi. Namun ternyata munculnya emosi dalam tubuh merupakan hal wajar yang harus dihadapi.
Dosen 51动漫 (UNAIR) Tiara Diah Sosialita MPSi Psikolog, mengatakan bahwa setiap orang memiliki emosi yang unik dan beragam. Tetapi memahami emosi bukan hal yang mudah. Kendati demikian, bukan suatu hal yang mustahil untuk meningkatkan kepekaan terhadap emosi yang kita hadapi.
淢eskipun sulit, tidak mustahil untuk melatih kepekaan emosi yang kita rasa, katanya.
Cara Memahami Emosi
Tiara memiliki beberapa cara yang bisa dilakukan untuk memahami emosi dengan sederhana dan mudah untuk dipraktekkan. Pertama, setiap emosi muncul cobalah untuk menyadari dan mengakui bahwa emosi tersebut ada.
淛angan diabaikan. Perlu dipahami bahwa emosi itu nyata adanya. Emosi sebenarnya reaksi alamiah yang kita rasa terhadap suatu peristiwa, terangnya.
Menurut Tiara emosi yang muncul pada tubuh tidak ada yang salah. 淎papun jenis emosinya kita perlu terima, sadari, dan akui, tuturnya. Kedua, tenangkan diri. Emosi menjadi penanda tindakan selanjutnya yang akan seseorang lakukan. Apabila tidak terkendali, maka emosi yang terjadi dapat berubah menjadi emosi negatif dan bisa membahayakan orang lain. 淭enangkan emosi yang menggebu-gebu, yang impulsif, yang meledak-ledak, paparnya.
Menenangkan diri dapat dilakukan dengan cara mengambil jeda terlebih dahulu sambil menarik napas. Ketiga, pikirkan konsekuensi yang bisa terjadi. 淛angan sumbu pendek, pikirkan konsekuensi jika kita langsung terdorong melakukan sesuatu karena emosi yang berlebihan. Misalnya sangat marah kepada seseorang lalu terdorong melakukan bullying atau kekerasan kepada teman, ungkap Tiara.

Keempat, ubah emosi yang negatif menjadi positif. Cara yang paling mudah dilakukan terkait hal ini adalah memposisikan diri sebagai korban. 淢embayangkan kalau kita ada di posisi orang tersebut (korban, Red) apakah bisa menerima hal yang terjadi. Carilah celah untuk mendapatkan hikmah, katanya.
Cara Mengelola Emosi Negatif
Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk menyalurkan emosi berlebih agar tidak merusak diri dan membahayakan orang lain. Tiara menerangkan bahwa setiap orang memiliki strategi yang nyaman bagi dirinya masing-masing.
淏isa misalnya ketika sedang merasa emosi menyalurkannya ke aktivitas fisik seperti olahraga sehingga energi yang negatif ini bisa tersalur ke kegiatan yang lebih positif, terangnya.
Kegiatan lain yang bisa dilakukan adalah journaling. Hal ini bermanfaat untuk membantu seseorang mengekspresikan emosi yang dirasa. 淛adi semacam buku harian, mencatat hari ini emosi apa yang muncul dan penyebabnya. Ini bisa membantu memahami dan memvalidasi emosi yang dirasakan. Dengan ini seseorang akan merasa ada yang mendukung, merasa ada kawan, ini memunculkan perasaan yang positif, kata Tiara.
Aktivitas ketiga adalah meditasi. Kegiatan ini dapat menenangkan pikiran serta memusatkan fokus pada hal-hal yang positif. Emosi juga bisa disalurkan kepada hobi.
淢isal yang suka melukis, karaoke, membuat kerajinan, atau bahkan mendengarkan musik bisa disalurkan kepada hobi tersebut, ujar Tiara.
Tidak kalah penting adalah menjaga pola makan dan tidur. Pola makan dan tidur yang baik akan membantu mengurangi stres. Jika seseorang terhindar dari stres maka hati akan merasa gembira sehingga emosi negatif bisa terkelola dengan baik. 淛angan lupa untuk me time, beri waktu diri kita sendiri untuk melakukan kegiatan yang kita senangi dan nikmati, terangnya.
Cara-cara ini tidak ditujukan untuk menghilangkan emosi negatif. Tapi membantu seseorang untuk mampu mengelola emosi negatif yang terjadi.
淛adi ketika dia sedih bisa diterima, tidak berlarut dalam kesedihan atau emosi negatif lain. Ini bisa menjadi sarana untuk membangun kesehatan mental yang baik juga, pungkasnya. (*)
Penulis: Icha Nur Imami Puspita
Editor: Binti Q. Masruroh





