UNAIR NEWS Tindakan kejahatan bisa dialami oleh siapa saja. Bahkan pelakunya terkadang sosok yang tidak pernah diduga. Pemberitaan soal kekerasan dengan pelaku orang terdekat sudah banyak lalu-lalang di media. Pelakunya bisa suami, anak, saudara, hingga tetangga dengan berbagai pemicu yang terjadi.
Dosen 51动漫 (UNAIR) Tiara Diah Sosialita MPsi Psikolog, mengatakan bahwa siapapun berpeluang untuk melakukan tindakan kejahatan hingga tindakan keji meski ia sosok orang terdekat.
Ada Relasi Kuasa
Ada beberapa aspek dari sudut pandang psikologi yang mempengaruhi hal ini. Pertama, rasa kedekatan yang sudah terjalin. 淛adi mereka (pelaku kekerasan, Red) merasa punya kontrol dan kuasa pada korbannya, kata Tiara. Pada kasus ini, pelaku biasanya merupakan pihak yang merasa superior. 淢ereka menggunakan power, kekuasaan yang dimiliki untuk memaksakan keinginan pada orang lain bisa pada pasangan, kerabat, bahkan anak, ungkapnya.

Kasus kekerasan yang berhubungan dengan orang terdekat tak hanya dilakukan secara fisik tapi juga psikis. Kedua, masalah emosional. 淧elaku yang merupakan orang terdekat bisa merasa cemburu, iri, atau apapun itu emosi negatif. Ini bisa memicu munculnya keinginan untuk melakukan tindakan kejahatan, ungkap Tiara.
Pengalaman traumatis yang menimbulkan masalah emosional juga ikut terlibat dalam hal ini. 淧engalaman traumatis yang misal membuat mereka tega untuk melakukan tindakan kejahatan karena tidak bisa mengelola emosi dengan baik, jelasnya.
Perasaan emosi yang dilampiaskan kepada orang terdekat didasari oleh persepsi bahwa apabila emosi tersebut dilampiaskan kepada mereka maka orang terdekat tersebut akan menerima. 淚ntinya jika perilaku jahat atau keji dilakukan orang terdekat, kalau tidak dipicu masalah emosional yang belum terselesaikan, ya, adanya relasi kuasa, ucap Tiara.
Baca Juga: Dosen Psikologi Beberkan Bentuk Emosi dan Cara Pengendaliannya
Kenali Bentuk Emosi
Tiara berpesan kepada masyarakat untuk mengenali bentuk emosi diri sendiri. Apabila masyarakat menyadari bentuk emosi yang dirasakan bisa membahayakan orang lain, maka segera cari bantuan pengobatan serta dukungan.
淗al ini dapat membantu kita agar bisa mengatasi masalah yang kita rasakan, agar tindakan kejahatan tidak bisa terjadi atau berulang lebih buruk di masa depan, pungkas Tiara. (*)
Penulis: Icha Nur Imami Puspita
Editor: Binti Q. Masruroh





